**Borneonews, Labuan Bajo**
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah proaktif dengan meminta para kepala sekolah (kepsek) di tingkat SMA/SMK untuk mendampingi guru honorer dalam persiapan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dijadwalkan pada tahun 2024. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan para guru honorer dalam menghadapi ujian penting tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengungkapkan bahwa formasi PPPK untuk tahun ini sebanyak 5.300 orang. Oleh karena itu, kepala sekolah diminta untuk menampilkan potensi guru honorer yang ada di sekolah masing-masing. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dengan kepala sekolah se-Kabupaten Manggarai Barat dan para guru honorer di Labuan Bajo.
Dalam pertemuan tersebut, Ambrosius Kodo menjelaskan pentingnya inisiatif kepala sekolah untuk mengarahkan serta membentuk kelompok belajar khusus bagi guru honorer. Dengan adanya kelompok belajar ini, diharapkan guru honorer dapat saling mendukung dan belajar bersama demi mempersiapkan diri secara optimal.
"Kepsek diharapkan membeli buku untuk tes CPNS dan menemukan *link-link* untuk *try out*. Hal ini akan saya cek, dan kepala sekolah yang memiliki jumlah guru honorer terbanyak serta berhasil lulus PPPK akan saya beri apresiasi," jelasnya dengan tegas.
Lebih lanjut, Ambrosius juga meminta koordinator pengawas sekolah (Korwas) untuk terus mengingatkan para kepala sekolah agar konsisten dalam mengawasi dan mendampingi guru honorer dalam persiapan menghadapi tes PPPK 2024. "Pak Korwas, pastikan untuk melakukan upaya pendampingan dan pengawasan, sehingga mereka dapat belajar dengan baik. Nasib mereka harus diperhatikan," tambahnya.
Sebagai bentuk motivasi, ia juga mendorong guru honorer untuk memacu semangat belajar demi mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi rangkaian tes tahun depan. Selain buku, ia mengajak para guru honorer untuk memanfaatkan sarana belajar lainnya, seperti media sosial dan internet, sebagai sumber pembelajaran yang lebih variatif.
"Belajar dari TikTok juga banyak, saya juga nyontek di TikTok untuk anak-anak saya yang mengikuti tes sekolah kedinasan. Di sana terdapat banyak tips belajar," ungkapnya. Dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, diharapkan guru honorer dapat meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti tes PPPK.
ANTARA
Pemprov NTT Minta Kepala Sekolah Dampingi Guru Honorer PPPK 2024
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







