**Borneonews, Jakarta**
Kurator Pameran Warna-Warna, Nano Warsono, menekankan pentingnya menciptakan ruang berkesenian bagi disabilitas. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan akses terhadap karya seni bagi semua kalangan. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Warsono menyatakan, "Pentingnya seni bagi teman-teman disabilitas yang perlu diberi ruang yang layak dan bermartabat."
Menurut Nano Warsono, pameran seni menjadi salah satu media yang krusial bagi disabilitas untuk bereskpresi. Melalui pameran, para seniman disabilitas memiliki kesempatan untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, serta menambah wawasan dalam berkesenian. Bahkan, pameran ini juga berfungsi sebagai wadah bagi aktivis, komunitas, dan pegiat disabilitas untuk berinteraksi dalam upaya menciptakan inklusivitas.
Warsono, yang juga merupakan pendiri Yayasan Seni Disabilitas Jogja, berharap agar seni disabilitas bisa menjadi bagian integral dari perkembangan seni rupa di Indonesia. Ia mencatat bahwa hal ini merupakan indikator kemajuan kebudayaan yang tidak memarjinalkan disabilitas. "Gerakan seni disabilitas ini harus diberi ruang, dan dihubungkan ke sesama pelaku seni disabilitas. Semoga semakin banyak yang terakomodir dalam ruang seni untuk mencapai kesetaraan," tambahnya.
Di sisi lain, Kurator Pameran Warna-Warna Agung Hujatnikajennong menjelaskan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak sangat vital untuk menghadirkan kesetaraan bagi disabilitas. Agung menekankan, "Kolaborasi antar seniman hingga organisasi dan institusi ini sangat klop. Kolaborasi ini sangat efisien untuk mendorong inklusivitas supaya lebih meluas."
Agung juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang berlangsung dalam Pameran Warna-Warna. Beberapa pihak yang turut berkontribusi antara lain penyanyi Andien Aisyah, Yayasan Dialogue Seni Budaya, Bitte Design Studio, B Publicist by Big Change Agency, Open Arms, Selasar Sunaryo, dan Yayasan Seni Disabilitas Jogja.
Pameran Warna-Warna menampilkan karya seni dari sejumlah seniman dan organisasi yang berdedikasi untuk seni disabilitas, termasuk Open Arms, British Council, Dwi Tunggal, Jogja Disability Arts, dan Tab Space Bandung. Selain itu, Studio Mata juga turut berkontribusi dalam merancang identitas pameran tersebut.
Pameran Warna-Warna Vol 2 akan berlangsung dari tanggal 14 Agustus hingga 13 Oktober 2024 di Dia.lo.gue Artspace, Kemang, Jakarta Selatan. Pameran ini diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan ruang seni yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
ANTARA
Pameran Warna-Warna, Ruang Berkesempatan bagi Disabilitas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Komentar (0)
Memuat komentar…







