PALEMBANG –
**Borneonews, Palembang** Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) memusatkan perhatian pada pembinaan petani kopi di wilayah ini dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor kopi hingga ke tingkat internasional. Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menyatakan komitmennya dalam mendukung para petani kopi agar komoditas ini semakin dikenal di luar Sumsel dan dapat memiliki merek sendiri. Komoditas kopi di Sumsel menunjukkan potensi yang sangat besar dan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani. Karena itu, fokus utama pemprov adalah memberikan pembinaan kepada para petani kopi. Meskipun kawasan seperti Semendo, Empat Lawang, dan Pagaralam menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi, namun belum banyak merek dagang kopi yang mencantumkan daerah asalnya. Sebagian besar merek kopi kemasan yang beredar justru berasal dari wilayah lain, seperti Lampung. Elen mengungkapkan bahwa meskipun produksi kopi di Sumsel cukup tinggi, klaim tersebut justru sering teralihkan kepada daerah lain. Oleh karena itu, upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini, agar produk kopi dari Sumsel dapat memiliki merek yang diakui dan bisa bersaing di pasaran. Untuk mengembangkan bisnis komoditas kopi, pihak Pemprov Sumsel memprioritaskan kesejahteraan petani kopi melalui berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau corporate social responsibility (CSR) guna memasarkan produk. Dengan bantuan tersebut, diharapkan petani dapat lebih sejahtera dan produk mereka lebih dikenal luas. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, lahan kopi di Sumsel mencapai luas 267.867 hektare. Volume produksi kopi di provinsi ini juga terbilang fantastis, yaitu mencapai 212,4 ribu ton. Dalam usaha memperbaiki citra dan rasa kopi Sumsel, Pemprov berupaya untuk membantu peningkatan kualitas pengolahan serta pemasaran dengan mengembangkan merek kopi asli Sumsel. ANTARA