JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menduga penyebab kebakaran yang terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan, disebabkan oleh beban listrik yang digunakan tidak sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Menurut Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, penggunaan alat elektronik yang berlebihan menjadi faktor signifikan dalam insiden tersebut. Ia menekankan bahwa bukan hanya penggunaan *charger* handphone yang menjadi masalah, melainkan beban listrik keseluruhan yang tidak sesuai dengan daya yang dapat ditampung. Isnawa menjelaskan bahwa bahkan sebuah kontrakan kecil saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronik, seperti kipas angin dan *charger* handphone yang kadang tidak memenuhi standar keamanan. Penggunaan perangkat elektronik yang banyak akan semakin meningkatkan beban pada kabel-kabel listrik. Hal ini dapat menyebabkan kabel serabut tak mampu menampung daya listrik yang sangat besar, yang pada akhirnya berpotensi memicu kebakaran. Lebih lanjut, Isnawa mengungkapkan bahwa usia kabel pada instalasi listrik di pemukiman padat penduduk biasanya maksimal 20 tahun. Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan serta penggantian sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga menyarankan bahwa bangunan yang dibangun pada tahun 70-an seharusnya melakukan pergantian instalasi listrik, terutama jaringan kabel, pada tahun 90-an. Kedatangan pihak BPBD DKI di lokasi insiden kebakaran tersebut merupakan bentuk koordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Salah satu tujuan dari koordinasi ini adalah untuk mendata lokasi RW mana saja di wilayah Jakarta yang mengalami kasus kebakaran berulang dalam lima tahun terakhir. Ke depannya, BPBD DKI bersiap untuk menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta perusahaan terkait lainnya untuk melakukan penggantian instalasi listrik di daerah-daerah padat hunian. Pihak BPBD juga aktif melakukan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran kepada masyarakat di lingkungan RT dan RW yang berada di kawasan padat penduduk. Isnawa mengingatkan agar masyarakat tidak sampai menganggap ringan korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran yang lebih besar. Dalam insiden kebakaran yang terjadi sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan 126 personel pada Selasa, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, untuk memadamkan api yang berkobar di Jalan Remaja 5, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kebakaran tersebut memaksa 3.332 jiwa dari 1.172 kepala keluarga untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun tujuh orang mengalami luka-luka akibat kebakaran. ANTARA