JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Banyak rumah di DKI Jakarta, terutama yang terletak di wilayah permukiman padat, diharapkan dapat dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR). Legislator DPRD DKI Jakarta menyampaikan pentingnya keberadaan APAR di setiap rumah sebagai langkah pencegahan awal terhadap risiko kebakaran, yang mana kejadian tersebut sering kali terjadi di Jakarta. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menekankan bahwa dengan setiap warga memiliki APAR, potensi terjadinya kebakaran besar dapat diminimalisir. Dwi Rio menggarisbawahi perlunya setiap rumah di Jakarta untuk memiliki alat pemadam api ringan, terutama mengingat kondisi pemukiman yang padat. Ia menjelaskan, risiko kebakaran tinggi dan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya, sehingga keberadaan APAR sangat krusial untuk mencegah kebakaran yang lebih besar. Nasrullah, rekan Dwi Rio dari Komisi A, juga menambahkan bahwa APAR berfungsi sebagai upaya penyelamatan tahap awal yang dapat mengurangi dampak kerugian akibat kebakaran. Legislator tersebut mendorong pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) atau keputusan gubernur (Kepgub) yang mewajibkan setiap rumah atau pertokoan untuk memiliki APAR secara mandiri. Ia menegaskan perlunya adanya kebijakan dari Gubernur yang mengatur agar setiap pembangunan rumah baru atau pertokoan dilengkapi dengan APAR. Contohnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu harus memastikan adanya perjanjian mengenai kepemilikan APAR sebelum mengeluarkan izin pembangunan. Nasrullah menambahkan bahwa kebijakan tersebut adalah langkah jangka panjang. Sementara untuk solusi jangka pendek, ia mengusulkan agar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menyediakan APAR di setiap Rukun Tetangga (RT). Ia berharap program APAR yang bersifat mandiri dapat segera diluncurkan sehingga setiap RT setidaknya memiliki satu unit APAR untuk penggunaan darurat. Dalam konteks kebakaran yang baru saja terjadi di Jakarta Selatan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan 126 personel untuk memadamkan api di Jalan Remaja 5, Manggarai, Tebet, pada Selasa dini hari. Kebakaran tersebut dapat dikendalikan setelah petugas berhasil menjebol pagar pembatas komplek pertokoan. Suku Dinas Gulkarmat menduga penyebab kebakaran adalah korsleting saat pengisian daya ponsel di salah satu rumah warga. Insiden ini telah menyebabkan sebanyak 3.332 jiwa dari 1.172 Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya adanya langkah-langkah pencegahan dan penyelamatan yang tepat, terutama dalam memitigasi risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda warga. ANTARA