BORNEONEWS, Kapuas - Seniman Peduli Pendidikan menunjukkan keprihatinan terhadap dunia pendidikan. Para seniman dari Dewan Kesenian Daerah Kapuas itu, membagikan kelengkapan atribut sekolah, baik baju seragam, sepatu, buku tulis, bolpoin dan buku mata pelajaran sekolah, serta baju seragam untuk 3 guru, di Dusun Sambas, Kecamatan Kapuas Kuala, Kapuas.
"Kami sudah melakukan pengukuran baju seragam dan sepatu untuk 49 siswa dan 3 orang guru, nanti akan diserahkan untuk mereka tepatnya tahun ajaran baru lengkap dengan tas, buku bolpoin dan buku mata pelajaran," kata Jhon Phita Kadang, Ketua Panitia Seniman Peduli Pendidikan, Kapuas, akhir pekan lalu.
Menurut Jhon Phita Kadang, rasa kepedulian terhadap pendidikan di sana, karena keinginan untuk belajar sangat tinggi didukung orang tua, walaupun bangunan sekolah hanya berbentuk gubuk, beratapkan daun rumbia bersekat papan. Semua itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar.
"Di tengah keterisolasian mereka di Dusun Sambas, tetapi ada dorongan semangat untuk belajar dan itulah yang mendorong kami dari musisi yang tergabung dalam organisasi Dewan Kesenian Daerah (DKD) untuk membantu mereka dengan menyediakan perlengkapan sekolah," ungkapnya.
Ini merupakan suatu upaya kata Jhon lagi, untuk memberikan rasa kepedulian, memainkan ekspedisi hati di sekolah rakyat Dusun Sambas dimana menemukan hal-hal yang benar yaitu benar sekolah itu memprihatinkan. Memang semua benar tetapi keinginan untuk mau sekolah itu sangat tinggi, bahkan pengajarnya bukan sebenarnya bersatatus guru namun dengan ketulusan hati mau mengajar.
"Di sana sangat terasa suasana sekolah umumnya walaupun kondisinya minim, kegiatan proses belajar mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6 berjalan seperti sekolah pada umumnya dan mereka semangat, ceria, benar saja mulai banyak perhatian dari media, komunitas dan terutama Pemkab Kapuas, terima kasih untuk semua yang mulai bertindak benar untuk membantu," kata mantan Sekretaris Kecamatan Kapuas Timur ini.
Jhon berharap, ini sebagai tonggak awal menggugah rasa kepedulian terhadap pendidikan Dusun Sambas dari pihak-pihak donatur untuk tergerak hatinya peduli pendidikan. Jhon mengharapkan, bantuan pihak ke 3 untuk memberikan perhatian dalam pemberantasan kebodohan bagi masyarakat kita terutama di daerah-daerah yang terisolir baik dari infrastruktur jalan, jembatan, kesehatan dan pendidikan.
"Kami hanya bisa membantu berupa seluruh kelengkapan atribut sekolah. Terimakasih untuk para donatur yang sudah membantu kegiatan ini," kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (DJEMMY NAPOLEON/N).








