JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Chief Economist dan Investment Strategist di PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, menilai bahwa kestabilan nilai tukar rupiah akan menjadi kunci titik balik sentimen investor terhadap pasar modal dalam negeri. Menurut Katarina, stabilitas ini memainkan peranan penting dalam membangun kepercayaan investor, yang secara langsung akan mempengaruhi keputusan investasi mereka. Kestabilan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh para investor. Ketika rupiah stabil, hal ini memberikan indikasi positif mengenai kesehatan ekonomi domestik dan menciptakan rasa aman bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Di sisi lain, jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang signifikan, banyak investor dapat merasa khawatir dan memilih untuk menunda atau bahkan menarik investasi mereka. Fluktuasi nilai tukar juga berpengaruh pada arus masuk dan keluar investasi asing. Kestabilan pada nilai tukar rupiah dapat mendorong investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia, karena mereka akan merasa risiko yang dihadapi lebih rendah. Keberadaan kestabilan ini penting tidak hanya bagi investor lokal, tetapi juga bagi para investor asing yang mencari peluang di pasar domestik. Katarina menekankan pentingnya menjamin stabilitas nilai tukar sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan yang ada, baik di tingkat global maupun domestik. Kebijakan moneter yang tepat dan dukungan dari berbagai entitas terkait akan sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan investor. Dengan begitu, kestabilan nilai tukar rupiah bisa menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan iklim investasi yang positif di pasar modal Indonesia. ANTARA