BORNEONEWS, Palangka Raya, -- Jumlah penderita anak-anak yang terserang flu Singapura mencapai 103 kasus di Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Setidaknya jumlah itu yang terdata oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya.
Sebab bisa jadi warga yang anaknya terserang penyakit akibat virus itu, yang juga sedang mewabah di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, tidak berobat ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ataupun Puskesmas Pembantu (Pustu) melainkan ke dokter praktik umum atau klinik pribadi.
“Pas puncaknya kemarin, ada 103 kasus. Itu dalam dua mingguan yang lalu, namun sekarang sudah mulai menurun (penderitanya),” ungkap Kepala Seksi Penanggulangan Wabah dan Bencana pada Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Siska kepada Borneonews, Minggu (19/6/2016).
Siska belum menjelaskan terkait sebaran virus itu di Kota Cantik ini apakah 103 kasus tersebut semua kawasan atau dengan kata lain merata dari 10 Puskesmas yang dimiliki Pemkot, atau terkonsentrasi di beberapa kawasan saja.
Seperti diberitakan, sudah dalam beberapa pekan ini banyak warga menderita flu yang tak biasa. Kebanyakan mereka adalah anak-anak. Disebut Tak biasa, karena flu ini tidak sekedar demam, bersin, lalu mengeluarkan ingus, tetapi yang ini ada benjolan seperti bisul berisi air atau kulit melepuh dan gatal. Persis layaknya penyakit cacar air. Banyak warga pun awalnya menduga penyakit itu adalah cacar air.
Salah satu dokter dinas Puskesmas Pahandut Palangka Raya yang juga praktik di jalan Rajawali, Lestari mengungkapkan, karena penyakit tersebut akibat virus, maka yang harus dilakukan cukup dengan mempertebal ketahanan tubuh. Kalau ketahanan tubuh si anak baik, tidak perlu khawatir tertular. Sebaliknya, mudah terserang atau tertular bagi teman atau anggota keluarga lainnya ketika pertahanan tubuh menurun. Karena itu ia menyarankan agar asupan gizi anak serta vitamin ditambah. (ROZIKIN/m)








