**Borneonews, Trenggalek**
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah mengambil langkah signifikan dengan memperluas cakupan program Adipura Desa hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Upaya ini bertujuan untuk memperluas jaringan masyarakat yang peduli terhadap pelestarian lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian alam. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyatakan harapannya agar hasil dari program ini dapat maksimal dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Langkah ini tidak hanya merupakan wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, tetapi juga dipengaruhi oleh apresiasi tinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap pelaksanaan program Adipura Desa di Trenggalek. Program ini telah terbukti meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang ada di sekitar mereka.
Mochamad Nur Arifin, yang akrab dipanggil Mas Ipin, menyampaikan bahwa perluasan program Adipura Desa bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih luas lagi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang. Dengan pelaksanaan program ini, pemerintah daerah berencana memberikan sumber pendapatan fiskal bagi daerah yang dianggap aktif dalam mengatasi dan merespons isu-isu lingkungan.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari alokasi anggaran, tetapi juga melalui langkah gotong royong yang melibatkan masyarakat. Konsep ini diyakini dapat menghemat anggaran pemerintah, namun tetap memiliki dampak besar terhadap perubahan iklim. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya mendorong daya kreatif masyarakat untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Inovasi dari program Adipura Desa telah dimulai sejak tahun 2019 dan telah melibatkan 152 desa serta lima kelurahan di wilayah Trenggalek. Di antara hasil dari program ini, dua desa, yaitu Desa Wonocoyo di Kecamatan Panggul dan Desa Gading di Kecamatan Tugu, telah berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari KLHK. Desa Wonocoyo mendapatkan trofi Proklim Lestari, sementara Desa Gading meraih trofi Proklim Utama.
Tak hanya dua desa ini yang berprestasi. Program Adipura Desa juga telah membantu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meraih penghargaan atas komitmennya dalam membina Proklim. Pada tahun 2022, Mas Ipin telah menerima Penghargaan Nirwasita Tantra dari KLHK, dan penghargaan serupa juga ia raih pada tahun ini. Penilaian positif ini menunjukkan bahwa ia berhasil menjadi pembina yang efektif dalam menyelenggarakan Proklim dengan baik.
Lebih lanjut, penghargaan juga diterima oleh Dusun Bandung, yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, dalam kategori utama Proklim. "Ini menunjukkan bahwa program Adipura Desa terbukti sebagai embrio Proklim. Sebagian besar desa yang terlibat dalam Proklim di tingkat provinsi maupun nasional berasal dari peserta Adipura Desa. Oleh karena itu, saat ini di Trenggalek telah banyak desa yang menerima penghargaan Proklim," ungkap Mas Ipin.
ANTARA
Trenggalek Perluas Program Adipura Desa Hingga Tingkat RT
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







