**Borneonews**, Kupang - PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Perusahaan tersebut melakukan penjadwalan pengiriman BBM lebih awal di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah tersebut.
Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menyatakan, "Kami sudah memonitoring dan penjadwalan lebih awal pengiriman BBM di SPBU di Labuan Bajo." Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean kendaraan yang panjang untuk mendapatkan pasokan bahan bakar.
Sebagai bagian dari upaya menghindari masalah tersebut, Pertamina juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Manggarai Barat. Kerjasama ini ditujukan untuk menertibkan antrean di SPBU dan melibatkan pengawas SPBU untuk membantu mengelola proses pengisian BBM. Ahad menambahkan bahwa prioritas diberikan kepada pengisian BBM untuk kendaraan, sembari meminimalisir pengisian untuk kebutuhan non-kendaraan.
Di samping itu, Pertamina telah mengaktifkan skema alternatif lain untuk memastikan jalur suplai BBM dari terminal BBM (TBBM) Bima yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Perusahaan juga mengirimkan armada mobil tangki perbantuan dari TBBM Ende dan TBBM Maumere untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.
Saat ini, terdapat sekitar 6-7 mobil tangki per hari yang bertugas mendistribusikan BBM ke Labuan Bajo. Pertamina berupaya untuk menambah armada mobil tangki dalam pengiriman-pengiriman berikutnya selama proyek perbaikan jalan masih berlangsung. Kendala yang muncul dalam proses distribusi BBM juga diakui berkaitan dengan perbaikan jalan di jalur lintas Ruteng-Labuan Bajo.
Perbaikan jalan tersebut di daerah Cireng mengadopsi mekanisme buka tutup jalan setiap 2-3 jam. Ditambah dengan kondisi jalan yang licin setelah hujan lebat, beberapa mobil tangki yang dalam kondisi bermuatan maupun kosong mengalami keterlambatan, baik untuk menuju SPBU maupun kembali ke depot.
Peningkatan antrean di sejumlah SPBU juga diakibatkan oleh lonjakan konsumsi BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang dipicu oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan saat ini. Dengan proyeksi lonjakan ini, pertumbuhan permintaan diperkirakan akan berlanjut hingga bulan September, baik untuk kendaraan darat maupun kapal wisata yang beroperasi di daerah tersebut.
Menghadapi situasi ini, Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Mereka mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak terlibat dalam tindakan *panic buying*, dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
ANTARA
Pertamina Antisipasi Kelangkaan BBM di Labuan Bajo dengan Penjadwalan Awal
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







