**Borneonews**, Magelang - Kemajuan wisata di kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor pariwisata di daerah sekitar. Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi, menyatakan bahwa harapan tersebut bukan hanya berlaku untuk Borobudur, tetapi juga mencakup kawasan seperti Ketep Pass di Telomoyo, Butuh di Kaliangkrik, serta berbagai lokasi pariwisata lainnya yang menjadi penyangga Candi Borobudur.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nanda Cahyadi saat memberikan sambutan dalam musyawarah pedagang Candi Borobudur yang direncanakan akan dipindahkan ke Kampung Seni Kujon. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan kawasan wisata Borobudur sejalan dengan statusnya yang telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata internasional. Diharapkan, masyarakat setempat dapat menyambut baik penetapan ini dan menjaga keharmonisan di antara kelompok-kelompok masyarakat.
Lebih lanjut, Nanda mengungkapkan bahwa UNESCO telah mengeluarkan ketentuan bahwa di zona dua Candi Borobudur, aktivitas usaha tidak diperkenankan. Oleh karena itu, pedoman tersebut akan dijadikan acuan untuk memindahkan para pedagang ke lokasi yang sesuai. Terdapat ketentuan penting yang harus dipatuhi, yaitu Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 yang mengatur Tata Ruang Kawasan Borobudur dan sekitarnya.
Nanda menambahkan bahwa para pedagang akan dialokasikan ke tempat yang, berdasarkan pengamatannya, sangat layak untuk dikembangkan. Sekitar lokasi baru, ia percaya bahwa akan ada peluang besar untuk berbisnis, mengingat tempat tersebut dirancang agar menarik dan nyaman bagi pengunjung. Di tempat tersebut, para wisatawan dapat beristirahat serta menikmati pengalaman kuliner yang ditawarkan.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah membangun prasarana di Kampung Seni Kujon, dan pembangunan tersebut akan segera rampung 100 persen. Dengan proses transisi ini, harapannya Pemkab Magelang dapat mengelola pergeseran pedagang dari Taman Wisata Candi Borobudur ke Kampung Seni Kujon dengan sebaik-baiknya. Meskipun mungkin terdapat beberapa tantangan yang dihadapi selama proses ini, Nanda yakin bahwa masyarakat Borobudur akan mampu menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama. Diharapkan penempatan para pedagang kaki lima dapat dilakukan dalam suasana yang kondusif dan disepakati oleh semua pihak.
ANTARA
Kemajuan Wisata Borobudur Diharapkan Dorong Pariwisata Sekitar
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







