BORNEONEWS, Palangka Raya, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio senang dan terharu Kota Palangka Raya mulai bergerak menuju konsep Smart City (kota cerdas/pintar). Itu lantaran hampir bersamaan dalam waktu sepekan lalu sudah ada empat terobosan muncul. Menurut dia, hal itu menandakan mulai tampak gregetnya.

Pertama, kata Mofit, ditandatanganinya kesepakatan bersama terkait surat ijin usaha jasa konstruksi (SIUJK) antara dinas bina marga dan sumber daya air (BMSDA) dan badan penanaman modal perijinan terpadu satu pintu (BPM-PTSP). Kedua, peresmian Kampung UKM Digital hasil inisiasi dengan Telkomsel. Ketiga, peluncuran CANTIK card sebagai inovasi perijinan online oleh BPM-PTSP.Dan keempat adalah monitoring persampahan online melalui siDETEKTIP Sampah disertai SMS Centre oleh Dinas Cipta Karya tata ruang dan perumahan (Disciptarum).

“Saya terharu, dalam sepekan setidaknya ada empat inovasi. Kami berterimakasih serta mengapresiasi atas semua daya upaya yang sudah ditunjukkan SKPD. Ini artinya kita sudah memulai Smart City, kita sudah bergerak ke sana,” ungkap Mofit kepada Borneonews.

Beberapa pekan sebelumnya,  ia mengutarakan pentingnya Pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya beranjak naik kelas menjadi Smart City. Salah satu impiannya adalah memanfaatkan teknologi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Ia mencontohkan salah satunya adalah bagaimana mengkomunikasikan layanan kebersihan atau persampahan, yang terkoneksi antara masyarakat dengan petugas kebersihan di lapangan serta unit pelaksana teknis (UPT). Ketika ada sampah belum terangkut di suatu TPS, maka dengan mudah termonitor dan tertangani dan warga bisa mudah berpartisipasi dengan cara menginformasikannya melalui aplikasi teknologi.

“Bagaimana kita ini menyederhanakan pelayanan, misalnya penanganan sampah dengan memanfaatkan informasi IT. Jadi Smart City itu bagaimana menciptakan terobosan dan inovasi, sehingga persoalan bisa dipantau cepat secara realtime,” ungkap Mofit. (ROZIKIN/m)