**Borneonews**, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan beberapa strategi yang akan diterapkan pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas di bidang energi. Salah satu langkah penting adalah mengoptimalkan industri minyak dan gas guna memastikan keberlanjutan dan ketahanan energi di Tanah Air.
Luhut menyatakan bahwa terdapat tiga strategi utama yang dianggap krusial. Pertama adalah mengoptimalkan industri minyak dan gas, kedua adalah memperluas pemanfaatan biofuel, dan ketiga adalah membangun rantai pasokan domestik yang lebih baik. Melalui strategi-strategi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan keseimbangan antara keamanan energi, dampak ekonomi, dan keberlanjutan dalam sistem energi nasional. Dengan demikian, langkah-langkah ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai program dan pencapaian nyata.
Saat ini, pemerintah tengah menangani sebelas permasalahan utama dalam sektor minyak dan gas melalui satuan tugas lintas kementerian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan energi serta mengurangi tekanan fiskal yang diakibatkan oleh ketergantungan pada impor minyak. Luhut menekankan bahwa masalah-masalah tersebut telah menghambat peningkatan kinerja di sektor minyak dan gas, berpengaruh negatif terhadap ketahanan energi, serta menambah beban fiskal Indonesia.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa satuan tugas ini bertugas untuk menyelesaikan berbagai tantangan di industri hulu minyak dan gas. Dari percepatan eksplorasi ladang baru hingga intensifikasi pengembangan dan produksi di ladang yang ada, semua langkah ini diambil agar industri dapat berfungsi secara optimal.
Pemerintah juga fokus pada teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menurunkan intensitas karbon baik di hulu minyak dan gas maupun sektor lainnya yang menghasilkan emisi tinggi. Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki kapasitas penangkapan karbon terbesar ketiga, mencapai 600 giga ton, hanya berada di belakang China dan Australia.
Dalam upaya untuk mengurangi jejak karbon, pemerintah telah menetapkan implementasi CCS pada sektor-sektor dengan emisi tinggi. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan akses berkelanjutan menuju pasar yang sensitif terhadap emisi karbon.
Strategi selanjutnya adalah memperluas penggunaan biofuel, khususnya dalam sektor penerbangan melalui penerapan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi serta nilai ekonomi. Dalam mengembangkan ekosistem SAF di dalam negeri, pemerintah menjunjung tinggi tiga prinsip yaitu ketahanan energi, nilai ekonomi, dan keberlanjutan penerbangan.
Perluasan pemanfaatan biofuel dalam penerbangan ini akan diwujudkan lewat Peta Jalan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan Nasional dan rencana aksi kebijakan. Dokumen ini disusun secara komprehensif melalui konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri, akademisi, dan asosiasi, untuk memastikan kebijakan berjalan dengan koheren.
Luhut juga berharap dari semua upaya ini ada kerjasama yang lebih terkoordinasi dari pemerintah untuk meningkatkan efektivitas strategi yang diemban. Kerjasama antara sektor publik dan swasta menjadi sangat penting untuk menciptakan ketahanan energi dan nilai ekonomi.
Dengan mengacu pada Visi Indonesia Emas 2045, Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara maju pada tahun tersebut. Namun, untuk mencapai itu, permintaan energi diperkirakan akan meningkat secara eksponensial, yang mendorong pemerintah untuk mengambil pendekatan seimbang dalam transisi energi.
Menurut Luhut, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain kunci global berkat kekayaan sumber energinya yang terdiri dari fosil, terbarukan, serta biofuel. Ia mengungkapkan bahwa kekayaan sumber daya Indonesia bukan hanya terbatas pada energi, namun juga mencakup berbagai bahan mineral seperti nikel, timah, bauksit, CPO, dan kelapa. Dengan demikian, Indonesia diberkahi dengan banyak kekayaan sumber daya yang bisa dioptimalkan untuk keberlanjutan energi di masa depan.
ANTARA
Strategi Pemerintah untuk Capai Indonesia Emas di Sektor Energi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







