MANOKWARI –
**Borneonews**, Manokwari - SKK Migas bersama Genting Oil Kasuari Ltd berkomitmen untuk tidak hanya menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga menekankan pentingnya kelestarian lingkungan dalam kegiatan pengeboran sumur AKM yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kepala Departemen Forkom SKK Migas Perwakilan Papua Maluku, Galih Agusetiawan, dalam pernyataannya di Manokwari, menjelaskan bahwa setiap aktivitas eksplorasi sumber daya energi harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta menjaga adat dan budaya setempat. Salah satu bentuk pelibatan masyarakat lokal adalah dengan melibatkan masyarakat adat Suku Sumuri dalam persiapan tajuk pengeboran sumur Asap 4X, yang merupakan proyek strategis nasional untuk pengembangan lapangan gas. Galih menegaskan bahwa Genting Oil dan perusahaan penyedia layanan pengeboran GWDC memprioritaskan kepatuhan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja, terutama dalam perlindungan lingkungan. Dukungan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya dari masyarakat adat, menjadi sangat penting untuk kelangsungan kegiatan usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi yang bersumber dari gas bumi. Pelibatan masyarakat adat menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah potensi hambatan dalam kegiatan operasional, sembari memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tersebut. Galih menyatakan, "Dengan menjaga hubungan baik antara masyarakat adat dan alam, maka dukungan untuk kelancaran operasional akan terwujud." Pengeboran sumur Asap 4X yang terletak di Kampung Nagote, Distrik Sumuri, telah mendapatkan persetujuan dalam revisi rencana pengembangan lapangan gas AKM. Genting Oil Kasuari Ltd telah melaksanakan sejumlah kegiatan fisik untuk memastikan bahwa konstruksi anjungan pengeboran serta fasilitas operasional berjalan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan. Menurut Galih, tinggi konstruksi anjungan pengeboran tersebut adalah sekitar 50 meter dengan kapasitas tenaga 2000 HP. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sumuri, Tadius Fossa, memberikan apresiasi atas komitmen SKK Migas dan Genting Oil Kasuari Ltd dalam memperhatikan aspek lingkungan, adat, dan budaya selama kegiatan pengeboran sumur migas. Komunikasi dan kolaborasi yang terus ditingkatkan dinilai memberikan dampak positif bagi dimulainya kegiatan operasional pengembangan sumur migas di wilayah adat Suku Sumuri. Tadius mengatakan, "Seiring berjalannya waktu, semua perdebatan yang terjadi akhirnya dapat terselesaikan. Semuanya bersatu untuk memajukan masyarakat adat Sumuri." Pada Rabu, digelar upacara adat persiapan tajak sumur pengembangan Asap 4X, yang dihadiri oleh Drilling Manager Genting Oil Kasuari Ltd, Dadang Muria Procabana, beserta jajarannya, VP Operation Drilling GWDC, Tang Dai Yuan, dan 54 perwakilan masyarakat adat dari 19 marga. Acara tersebut menjadi simbolisasi dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi lokal. ANTARA