SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Beredar foto Sanidin-Siyono seperti mendapat rekomendasi Partai Golongan Karya (Golkar). Foto tersebut memperlihatkan sejumlah menampakan sejumlah tokoh di antaranya ada Sanidin dan Siyono sedang membawa dokumen seperti surat rekomendasi partai. Sejauh ini kedua orang tersebut memang daftar ke Golkar untuk Pilkada Kotim 2024.

Dalam foto itu, terdapat sejumlah tokoh lain yaitu barisan belakang dari kiri Balon Wabup Murung Raya Rahmanto, Balon Bupati Murung Raya Heriyus, Balon Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, Siyono, Sanidin, Balon Bupati Kobar Norhidayah, Balon Bupati Seruyan Selanorwanda, Balon Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, dan Balon Bupati Barito Timur Supriatna.  Kemudian, barisan depan dari kiri Balon Gubernur Kalteng Abdul Razak, Ketua Golkar Kalteng HM Ruslan AS, dan Balon Wagub Kalteng Perdie M Yoseph.

Sanidin bersanding dengan Siyono. Ia tampak mengenakan kemeja putih membawa sebuah dokumen yang dibuka. Sementara Siyono mengenakan baju kuning ciri khas Golkar.

Saat dikonfirmasi borneonews.co.id, Sekretaris DPD Golkar Kotawaringin Timur (Kotim) Joni Abdi belum dapat mengkonfirmasi perihal rekomendasi tersebut.

"Hingga saat ini DPD Golkar Kotim belum menerima surat tembusan dari DPP terkait rumor yang berkembang saat ini," kata Abdi, Kamis, 15 Agustus 2024.

--page

Dirinya tidak berani berspekulasi, karena dari beberapa gambar yang beredar hanya penyerehan seperti dokumen.

"Kami sendiri tidak bisa menebak-nebak apa isi dokumen yang diserahkan," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Camat Parenggean Siyono membulatkan tekad keluar dari jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) karena telah menerima surat tugas dari partai politik.

Siyono mengaku ingin berbuat lebih banyak untuk pembangunan Kotim dengan mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati. Ia pun mengutarakan niatnya mendampingi siapapun putra daerah Kotim yang nantinya bakal dipasangkan dengannya.

Begitupun Sanidin, fungsionaris Gerindra Kotim ini telah mendaftar sebagai calon bupati Kotim selain ke Gerindra juga ke Golkar. "Selain daftar Pak Sanidin juga ikut disurvei (elektabilitasnya)," imbuh Abdi. (DEWI PATMALASARI/j)