**Borneonews, Sleman** - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, aktif melaksanakan pelatihan keterampilan kerja untuk calon tenaga kerja, sebagai salah satu langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah tersebut. Sekretaris Disnaker Kabupaten Sleman, Erny Maryatun, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk warga yang memiliki KTP Sleman atau yang berdomisili di wilayah Sleman. Dengan tujuan menciptakan kemandirian di kalangan masyarakat, program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran.
Pelatihan yang ditawarkan mencakup berbagai bidang keterampilan, antara lain menjahit, tata boga, tata rias, mebel, listrik, mesin pendingin, desain grafis, *digital marketing*, dan konten kreator. Masyarakat dapat mengakses pelatihan reguler yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta yang berkolaborasi dengan Disnaker Sleman.
Erny menambahkan bahwa pelatihan ini terbuka untuk penduduk Sleman yang berusia antara 18 hingga 45 tahun. Dalam hal ini, akan ada proses seleksi bagi peserta jika jumlah pendaftar melebihi kuota yang ditentukan. Durasi pelatihan di BLK adalah selama 28 hari kerja, sedangkan di LPK berlangsung selama 12 hari kerja.
Disnaker Sleman juga memastikan bahwa materi pelatihan yang dilakukan mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan. Materi tersebut meliputi pendidikan karakter, penguatan modal melalui sosialisasi pinjaman modal lunak dari pemerintah daerah, serta kewirausahaan dan usaha mikro kecil. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai gambaran dunia industri dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sosialisasi tentang pasar kerja, dan kesempatan untuk mengunjungi industri yang relevan di Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai kejuruan pelatihan.
Selama proses pelatihan, Disnaker Sleman juga memberikan pendampingan kewirausahaan kepada lulusan dari BLK atau LPK yang telah memulai usaha. Program Pendampingan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) menghubungkan mereka dengan para profesional dan praktisi yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dapat mengajukan rekomendasi untuk mendapatkan bantuan pinjaman modal berwirausaha sesuai kebutuhan mereka. Disnaker Sleman berkomitmen untuk membantu peserta dalam proses pengajuan bantuan modal kepada UPTD Penguatan Modal Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman. Peserta yang telah lulus juga akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Informasi mengenai cara mengakses lowongan kerja dan fasilitas untuk mendapatkan modal lunak akan diberikan kepada mereka.
Tidak hanya itu, Disnaker Sleman secara aktif melakukan publikasi terkait informasi lowongan kerja. Informasi ini disebarluaskan melalui berbagai platform, termasuk akun *siapkerja*, Kementerian Ketenagakerjaan, website resmi, serta media sosial Disnaker Sleman. Dalam upaya memfasilitasi pencarian kerja, Disnaker Sleman juga menyelenggarakan bursa lowongan kerja atau *job fair*. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan setiap *selapan* (35 hari) sekali, pada Hari Kamis Pon, dengan tagline Taksi Pekerja (Fasilitasi Seleksi Pekerja). *Job fair* yang berikutnya dijadwalkan untuk dilaksanakan pada minggu pertama September 2024.
ANTARA
Pelatihan Keterampilan Kerja di Sleman, Tingkatkan Kemandirian Masyarakat
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







