SURABAYA –
**Borneonews, Probolinggo** - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang terletak di Jawa Timur, telah melaksanakan pelatihan bagi para pelaku usaha pangan segar yang berbahan baku dari tumbuhan. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk pangan yang dihasilkan oleh pelaku usaha tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku usaha dalam menyediakan pangan segar yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. "Pelatihan itu adalah salah satu langkah strategis yang kami ambil untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku usaha dalam menyediakan pangan segar yang berkualitas dan aman bagi masyarakat," ujarnya. Dalam pelatihan ini, para pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan berbagai produk, antara lain kopi, sereh, pinang, gula aren, green bean, roast bean, caskara, melon hidroponik, berbagai jenis sayuran seperti sawi, selada, dan kangkung hidroponik, serta produk bibit dan jamur tiram. Yahyadi juga menekankan pentingnya ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pandemi, dan fluktuasi harga pangan. "Pangan segar asal tumbuhan memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keberlanjutan pangan dan kesehatan masyarakat, sehingga kami berupaya untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada para pelaku usaha agar mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. "Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menjadi tempat bertukar pengalaman dan membangun jaringan yang kuat di antara kita semua,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Masyarakat DKP Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam mengelola, mengolah, dan memasarkan produk pangan segar dengan baik. "Kami berharap melalui pelatihan ini, pelaku usaha pangan segar dapat lebih memahami manfaat label dan kemasan, memanfaatkan teknologi yang ada, serta meningkatkan daya saing produk pangan di pasaran," jelasnya. Pelatihan ini diikuti oleh belasan pelaku usaha pangan segar berbahan baku tumbuhan dari beberapa kecamatan di Probolinggo, termasuk Kecamatan Gading, Krucil, dan Pakuniran. ANTARA