JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi menyatakan bahwa Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Ahmad Al-Thayyeb, memberikan dukungan tegas terhadap perdamaian dunia. Hal ini diungkapkan oleh TGB saat diskusi mengenai buku *Al-Qawl Al-Thayyib* karya Grand Syekh Al-Azhar pada acara Islamic Book Fair 2024, yang berlangsung pada Rabu, 14 Agustus. TGB menjelaskan bahwa Grand Syekh meyakini bahwa perdamaian merupakan kondisi paling subur bagi penyebaran agama Islam. Menurutnya, perdamaian memungkinkan akal manusia untuk berpikir dengan jernih, sebuah kondisi yang berbeda dari situasi perang. Dalam suasana konflik, manusia cenderung terfokus pada upaya menyelamatkan diri mereka, yang tentunya tidak mendukung perkembangan pemikiran dan dialog. Lebih lanjut, TGB menyoroti bahwa buku tersebut mencerminkan upaya Grand Syekh dalam menciptakan perdamaian yang berlandaskan pada kebenaran dan keadilan. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi yang dialami oleh Palestina saat ini memberikan pelajaran penting mengenai tantangan yang dihadapi dalam perlunya menjaga kehidupan dan mengusahakan perdamaian. TGB menegaskan bahwa prinsip perdamaian merupakan bagian dari *maqashid syariah*, dan bahwa Allah menyerukan terciptanya perdamaian antarumat manusia. Sebagai mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB menekankan konsistensi Al-Azhar selama lebih dari 1.000 tahun dalam mengikuti *Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah* (Aswaja). Ia menjelaskan bahwa Aswaja berupaya menjadi rumah bagi seluruh umat Islam. Dalam keterangan ini, ia menunjukkan bahwa Aswaja sangat hati-hati dalam pengkafiran, menyatakan bahwa perbedaan dalam ibadah atau amal tidak membuat seseorang keluar dari Islam, kecuali jika ia mengingkari sesuatu yang menjadi bagian dari keimanannya. TGB juga menambahkan bahwa perbedaan dalam derajat amal tidak seharusnya menimbulkan sikap saling menjauh, melainkan harus diterima dengan pandangan kasih sayang. TGB menekankan bahwa pesan ini adalah hal yang penting untuk dijaga, seperti yang diungkapkan oleh Grand Syekh. Mengenai fatwa, TGB mengingatkan bahwa Grand Syekh menekankan perlunya kehati-hatian dalam memberikan fatwa, mengingat fatwa memainkan peran penting bagi umat Islam yang mencari panduan dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menyebutkan bahwa Grand Syekh juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk pengungsi. Dalam *Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan* yang ditandatangani oleh Grand Syekh Al-Azhar dan Paus Fransiskus, terdapat penekanan pada pentingnya melindungi orang-orang yang kehilangan rumahnya akibat perang, serta memberikan perhatian kepada wanita dan anak-anak. TGB juga menyinggung bahwa Grand Syekh pernah mempublikasikan fatwa yang mendukung hak-hak perempuan di Mesir, yang menunjukkan komitmen kuat terhadap perlakuan yang adil sesuai dengan martabat manusia. Acara Islamic Book Fair di Jakarta berlangsung dari 14 hingga 18 Agustus 2024 dan mengusung tema "Membangun Optimisme Umat melalui Literasi Islami." Dalam event tersebut, stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) menampilkan ratusan publikasi dalam beragam bahasa yang membahas kajian keilmuan serta budaya. ANTARA