BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok - Bulan Agustus membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bendera, umbul-umbul, dan pernak-pernik untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Kita sering melihat banyak para pedagang musiman memajang bendera, umbul-umbul dan pernak pernik lainya yang dijual dipinggir jalan raya dan diatas trotoar.

Pantuan Borneonews, pedagang musiman yang menjual bendera, umbul-umbul berwarna-warni dan pernak-pernik tujuh belasan di kawasan jalan Pelita Raya mulai dari kantor Bulog hingga depan kantor KPPN.

Kang Aep (42) asal Bandung mengatakan dirinya bersama 8 teman lainnya sesama penjual pernak pernik 17-san datang ke kota Buntok mencari peruntungan sejak tanggal 18 Juli 2024.

“Kalau saya mah sudah 3 tahun berturut-turut datang ke kota Buntok berjualan bendera umbul-umbul dan pernak pernik HUT RI ini,” kata Kang Aep, Kamis, 15 Agustus 2024.

--page

Menurutnya tahun ini pembeli bendera di lapaknya sepi jika dibandingkan tahun 2023. Bahkan penghasilannya turun drastis.

“Penghasilan turun drastis, disini sudah hampir satu bulan. Untuk sekadar ongkos makan dan kebutuhan sehari-hari di sini saja mepet, ditambah ongkos penginapan. Tapi itulah resiko berjualan,” ungkap dia.

Penghasilan, lanjut dia, paling banter balik modal. Artinya biaya kebutuhan sehari-hari dan ongkos pulang tertutupi. Meski tidak mendapat keuntungan ia tetap bersyukur.

Kondisi sepi pembeli tersebut, kata Aep, tidak hanya dialami dirinya saja sebagai pedagang bendera musiman di Buntok. Namun beberapa temannya yang lain juga merasakan hal yang sama.

Bahkan beberapa temannya terpaksa pulang lebih awal. Awalnya dirinya datang bersama temannya satu kampung untuk berjualan di Kabupaten Barito Selatan.

Menurutnya tahun lalu dirinya bisa menjual lumayan banyak bendera dan umbul-umbul. Namun sekarang hingga saat ini baru sedikit yang terjual.

“Ini memang lebih sepi dibandingkan dengan tahun lalu. Ini saja masih menumpuk barang-barangnya masih belum ada yang laku. Penurunan sekitar 50 persen,” beber dia.

--page

Biasanya para pembeli mulai ramai di sekitar tanggal 10 Agustus hingga tanggal 16 Agustus. Sedangkan saat ini masih belum banyak yang membeli.  Semoga besok pada tanggal 16 Agustus pembelinya bisa banyak.

Menurutnya pendapatan masih bisa diatasi agar tidak merugi. Namun untuk ongkos operasional sangat dirasa penurunannya dan membuat rugi penjual.

“Jika tahun lalu untung Rp3.000 itu mudah didapat, tapi sekarang untung Rp1.500 susah sekali. Karena pembeli pun nawarnya parah hampir setengah harga,” uap dia.

Sementara Odas penjual bendera asal Bandung Jawa Barat, mengatakan berjualan bendera dan pernak-pernik ini sudah lama setiap menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Saya sudah puluhan tahun jualan bendera dan umbul-umbul di Buntok, penghasilan lumayan lah. Saya selalu untung,” ucap dia.

Hal tersebut karena pernak pernik berupa bendera maupun umbul-umbul berwarna-warni yang dijual hasil buatannya sendiri.

Untuk harga satu lembar bendera atau umbul-umbul bervariasi tergantung dari ukurannya dan untuk harga dalam setiap lembarnya berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 65 ribu.

--page

Menurut dia, untuk tahun ini penjualan bendera sepi pembeli dalam sehari hanya bisa laku antara dua hingga tiga lembar bendera saja.

"Biasanya seperti tahun lalu pembeli mulai ramai membeli bendera seminggu sebelum HUT RI, namun kali ini berbeda. Kalau tahun-tahun sebelumnya omset penjualannya bisa mencapai jutaan rupiah. Tapi kali ini hanya 50 persen," kata dia. (URIUTU DJAPER/R)