JAKARTA –
**Borneonews**, Ankara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pernyataan terbaru Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengenai perlunya reformasi Dewan Keamanan PBB. Dalam pandangan Erdogan, sangat penting untuk menciptakan sistem global yang lebih adil yang juga mencakup representasi dari negara-negara Afrika. Erdogan mengeluarkan pernyataannya setelah merespon pandangan Guterres di platform media sosial X, di mana Guterres menyatakan bahwa “Struktur Dewan Keamanan PBB, yang tidak memenuhi tugasnya untuk memastikan perdamaian dan keamanan global, harus diubah secara mendasar.” Pernyataan ini menyoroti pentingnya pembaruan yang diperlukan, mengingat Dewan Keamanan dirancang oleh para pemenang Perang Dunia II. Guterres menambahkan bahwa “dunia telah berubah, tetapi komposisi Dewan belum mengikuti perkembangan.” Menggambarkan keyakinan yang sama, Erdogan mengungkapkan bahwa pandangan Guterres mengenai perlunya reformasi Dewan Keamanan PBB demi menciptakan sistem yang adil serta sesuai dengan kondisi saat ini sangat berharga. Dia menegaskan bahwa dukungan Turki terhadap pembentukan sistem internasional yang adil akan terus berlanjut. Erdogan berkata, “Kami akan terus mendukung semua sahabat yang berjuang untuk sistem internasional yang adil dan Dewan Keamanan PBB yang relevan dengan situasi saat ini.” Erdogan juga menyoroti kurangnya representasi Afrika dalam Dewan Keamanan PBB. Ia berpendapat bahwa “Benua Afrika dan semua saudara Afrika kita harus diberi kesempatan untuk berkontribusi pada sistem yang adil ini.” Pernyataan ini menunjukkan pentingnya inklusi semua wilayah, terutama Afrika, dalam pengambilan keputusan global. Dengan optimisme yang jelas, Erdogan menegaskan, “Menanggapi harapan ini, kami akan terus mengatakan bahwa dunia ini lebih besar dari lima (negara) dan bertindak dengan pemahaman bahwa Dunia yang Lebih Adil itu Mungkin.” Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Turki untuk memperjuangkan keadilan global dan reformasi yang lebih inklusif dalam struktur PBB. ANTARA