BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa indeks harga kelompok padi dan palawija mengalami penurunan pada Juli 2024.
Pada Juli 2024, kata Agnes, terjadi kenaikan pada Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan atau NTPP sebesar 0,17 persen.
Hal ini terjadi karena indeks harga hasil produksi pertanian atau It mengalami penurunan sebesar 0,42 persen yang lebih kecil daripada penurunan indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang mencapai 0,58 persen.
"Penurunan It pada Juli 2024 sebesar 0,42 persen itu disebabkan oleh penurunan kedua indeks harga penyusunnya yaitu, kelompok padi sebesar 0,40 persen dan kelompok palawija sebesar 0,68 persen," kata Agnes pada Kamis, 15 Agustus 2024.
Penurunan indeks harga padi disebabkan karena berlangsungnya panen di Kabupaten Kapuas sehingga menurunkan harga gabah.
"Sementara itu, penurunan indeks harga palawija disebabkan oleh turunnya indeks harga pada komoditas jagung," bebernya lagi.
--page
Penurunan Ib pada Juli 2024 yang sebesar 0,58 persen kata Agnes didominasi oleh salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga petani atau KRT sebesar 0,75 persen.(TESTI PRISCILLA/R)









