BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat merupakan subsektor andalan di Kalimantan Tengah. Nilai Tukar Petani pada subsektor tanaman perkebunan rakyat ini di Juli 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen dibanding Juni 2024, dari 144,69 menjadi 145,12.
"Kenaikan ini disebabkan oleh indeks yang diterima atau It mengalami penurunan sebesar 0,20 persen, lebih kecil daripada penurunan indeks yang dibayar atau Ib yang mencapai 0,49 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Kamis, 15 Agustus 2024.
Penurunan It pada Juli 2024, kata Agnes, disebabkan oleh turunnya indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat yakni karet dan kelapa sawit.
"Penurunan harga karet dan kelapa sawit disebabkan oleh kondisi cuaca akibat turunnya hujan yang menyebabkan kendala pengangkutan di jalan akibat adanya antrian pada saat pengangkutan," jelas Agnes lagi.
Akibatnya, lanjut Agnes,banyak karet mentah dan TBS yang disimpan atau ditimbun dalam jumlah banyak, sehingga harga jual menurun.
"Selain itu penurunan harga juga disebabkan turunnya permintaan global pada dua komoditas tersebut," tambahnya.
Sementara Ib subsektor tanaman perkebunan rakyat menurut Agnes juga mengalami penurunan dari 126,69 pada Juni 2024 menjadi 126,07 pada Juli 2024.
--page
"Penurunan yang terjadi pada Ib yakni 0,49 persen didominasi oleh penurunan salah satu indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok KRT sebesar 0,60 persen," jelasnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









