JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memantau bahwa harga pangan di tingkat pedagang eceran di seluruh Indonesia masih mengalami fluktuasi. Pada tanggal 15 Agustus 2024, harga bawang merah tercatat mengalami kenaikan tipis, menjadi Rp26.120 per kilogram (kg). Sementara itu, harga cabai rawit merah mengalami penurunan menjadi Rp64.240 per kg. Data yang diperoleh dari Panel Harga Bapanas menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi. Harga beras premium meningkat sebesar 1,03 persen, atau Rp160, sehingga menjadi Rp15.700 per kg. Di sisi lain, harga beras medium mengalami penurunan sebesar 0,22 persen, atau Rp30, menjadi Rp13.610 per kg. Beras program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dikelola oleh Bulog juga mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen, atau Rp50, sehingga harganya menjadi Rp12.620 per kg. Lebih lanjut, harga bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen, atau Rp380, sehingga menjadi Rp40.250 per kg. Sementara harga cabai merah keriting mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen, atau Rp310, menjadi Rp46.190 per kg. Namun, harga cabai rawit merah justru turun sebesar 0,76 persen, atau Rp490, menjadi Rp64.240 per kg. Selanjutnya, harga daging sapi murni menunjukkan tren kenaikan sebesar 0,90 persen, atau Rp1.210, sehingga harga menjadi Rp136.240 per kg. Di sisi lain, harga daging ayam ras turun sebesar 0,40 persen, atau Rp140, menjadi Rp35.080 per kg. Telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen, atau Rp250, menjadi Rp28.990 per kg. Komoditas kedelai biji kering (impor) juga tercatat naik sebesar 0,25 persen, atau Rp30, sehingga menjadi Rp11.970 per kg. Gula konsumsi mengalami kenaikan 0,17 persen, atau Rp30, menjadi Rp17.960 per kg. Namun, minyak goreng kemasan sederhana justru mengalami penurunan sebesar 0,17 persen, atau Rp30, menjadi Rp18.020 per kg. Minyak goreng curah turun sebesar 0,50 persen, atau Rp80, menjadi Rp16.000 per kg. Dalam catatan harga lainnya, tepung terigu curah juga mengalami penurunan sebesar 0,88 persen, atau Rp90, menjadi Rp10.160 per kg. Sebaliknya, tepung terigu non curah mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen, atau Rp60, menjadi Rp13.380 per kg. Sementara itu, jagung di tingkat peternak tercatat turun sebesar 2,42 persen, atau Rp140, menjadi Rp5.920 per kg. Harga garam halus beryodium mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen, atau Rp30, menjadi Rp11.520 per kg. Di sektor perikanan, harga ikan kembung naik hingga 2,60 persen, atau Rp960, menjadi Rp37.840 per kg. Namun, harga ikan tongkol mengalami penurunan sebesar 0,83 persen, atau Rp260, menjadi Rp31.210 per kg. Ikan bandeng juga turun sebesar 2,47 persen, atau Rp810, menjadi Rp31.980 per kg. Dengan perkembangan harga pangan ini, pelaku usaha dan masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam merencanakan kebutuhan harian. ANTARA