**Borneonews**, Ankara - Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan kunjungan resmi ke Ankara pada hari Rabu untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan ini berfokus pada situasi terkini yang dihadapi Palestina, terutama terkait serangan Israel ke Gaza.
Acara tersebut berlangsung di Kompleks Kepresidenan di ibu kota Turki, di mana kedua presiden melakukan pertemuan tertutup yang tidak diliput oleh pers. Kunjungan ini mencerminkan komitmen Turki dalam mendukung perjuangan Palestina di tengah ketegangan yang ada.
Selanjutnya, pada hari Kamis, Abbas dijadwalkan untuk memberikan pidato di hadapan parlemen Turki. Sesi luar biasa ini diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dalam pidatonya, Abbas akan menyoroti serangan yang dilancarkan oleh Israel di wilayah Palestina, khususnya di Gaza. Pidato tersebut akan diterjemahkan secara serentak ke dalam bahasa Inggris, Turki, dan Prancis, untuk memastikan pesan yang disampaikannya dapat dipahami oleh banyak pihak.
Presiden Erdogan dipastikan akan hadir dalam sesi tersebut, menunjukkan dukungan kuat dari Turki terhadap Palestina. Ketegangan semakin meningkat seiring dengan dilanjutkannya serangan Israel di Gaza, meskipun telah ada kecaman internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Sejak serangan yang dilancarkan oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober tahun lalu, Israel telah mengabaikan seruan gencatan senjata dan melanjutkan serangan ke Gaza. Menurut otoritas kesehatan setempat, hampir 40 ribu warga Palestina, yang mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, dengan lebih dari 92 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Lebih dari sepuluh bulan setelah dimulainya konflik, hampir seluruh wilayah Gaza mengalami kehancuran parah, ditambah dengan blokade yang menghambat akses vital masyarakat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel juga menghadapi tuduhan serius di Mahkamah Internasional (ICJ), di mana mereka dituduh melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Dalam putusan terbarunya, ICJ memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di Rafah. Kota ini menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari satu juta warga Palestina yang berupaya melindungi diri sebelum mereka diserang kembali pada tanggal 6 Mei.
Dukungan yang ditunjukkan oleh Turki kepada Palestina melalui pertemuan ini, serta pidato yang akan disampaikan oleh Mahmoud Abbas, menjadi sinyal penting bagi komunitas internasional dalam mengatasi isu yang terus berlanjut ini.
ANTARA
Pertemuan Presiden Turki dan Palestina Soroti Serangan Israel ke Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







