BORNEONEWS, Kasongan - Obyek wisata andalan di Kabupaten Katingan, yakni Bukit Batu yang ada di Desa Bukit Batu, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan sejauh ini makin dikenal oleh wisatawan, baik regional maupun mancanegara.
Obyek wisata tersebut selain merupakan tempat bersejarah bekas pertapaan pahlawan nasional yang juga Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah pertama, Tjilik Riwut, juga merupakan tempat yang eksotis.
Sehingga tidak heran selama ini obyek wisata yang berada di tepi Jalan Trans Kalimantam tersebut selalu dikunjungi warga pada hari biasa.
Pada hari libur Sabtu dan Minggu, obyek wisata ini juga menjadi sasaran wisatawan untuk berkunjung, terutama warga lokal Katingan maupun dari.luar daerah kabupaten.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Katingan, Kalpin, Kamis, 15 Agustus 2024 mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir obyek wisata Bukit Batu tersebut sudah berkontribusi menambah.pendapatan asli daerah atau PAD dari retribusi sektor pariwisata.
--page
"Kalau tahun 2023 lalu target pendapatan dari obyek wisata Bukit Batu sebesar Rp 200 juta terealisasi, bahkan melebihi dari target," katanya.
Untuk tahun 2024 ini, kata Kalpin, target pendapatan retribusi atau karcis masuk obyek wisata Bukit Batu ditambah menjadi sekitar Rp 300 juta per tahun. "Harapan kami target itu tercapai, ini dengan melihat kunjungan di Bukit Batu yang terus menunjukkan tren meningkat," ujarnya.

Kalpin juga mengatakan, pihaknya sejauh ini telah berusaha melengkapi fasilitas penujang demi kenyamanan pengunjung, di antaranya bangunan beberapa buah gasebo, aula terbuka dan lokasi berjualan atau UMKM. Bahkan di Bukit Batu saat ini sudah berdiri bangunan rumah betang.
Kalpin menambahkan obyek wisata Bukit Batu biasanya juga ramai dikunjungi warga pada libur Natal dan tahun baru atau Nataru serta libur Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, pada momen tetsebut jumlah pengunjung bisa mancapai ribuan orang.
Sedangkan untuk karcis masuk Bukit Batu, Kalpin menuturkan jika sejak dua tahun terakhir untuk satu orang pengunjung dikenakan Rp 10 ribu.
--page
"Kami bersyukur sejauh ini obyek wisata Bukit Batu di Kabupaten Katingan semakin dikenal, baik di wilayah Kalimantan maupun daerah lain luar Kalimantan dan mancanegara," ucapnya.
Ada beberapa jenis batu berukuran cukup besar di obyek wisata ini. Di antaranya, yaitu Batu Banama, batu ini merupakan pintu gerbang masuk menuju lingkungan obyek wisata Bukit Batu.

Jika dilihat dari depan bentuk batu ini menyerupai peta Kalimantan Tengah. Konon cerita batu ini menunjukkan jumlah anak sungai yang ada di Kalteng.
Kemudian ada Batu Keramat. Batu tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan riwayat hidup pahlawan nasional Tjilik Riwut dari suku Dayak Kalteng. Menurut cerita sepasang suami istri mendapat wahyu dari Batu Keramat.
Kemudian ada Batu Sial. Pada batu tersebut konon tempat orang membuang sial dengan cara memanjat sampai di atas.
--page
Selanjutnya ada Batu Dewa, Batu Tempat Penulisan Nama, Batu Darung Bawan, dan Batu Teras Pambelum.
Selain berbagai jenis batu, Bukit Batu juga memiliki peninggalan sejarah eksotik lainnya, yaitu Telaga Bawin Kameluh. Telaga atau sumur tersebut adalah tempat mandi Bawin Kameluh. Istimewanya, sumur itu selama ini tidak pernah kering walau musim kemarau. (ABDUL GOFUR/j)









