PALEMBANG –
**Borneonews, Palembang** - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, tengah mengambil langkah cepat dengan menetapkan tiga prioritas untuk menangani dampak dari kejadian robohnya jembatan di Kecamatan Lalan. Jembatan tersebut roboh setelah ditabrak oleh kapal tongkang yang membawa batubara pada malam hari, tepatnya Senin, 12 Agustus. Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi Mahmud, mengungkapkan bahwa tiga prioritas yang ditetapkan mencakup penyaluran listrik yang sempat terputus akibat insiden tersebut, penyediaan sarana penyeberangan untuk transportasi masyarakat, serta pemberian santunan bagi korban yang mengalami luka-luka dan keluarga dari korban yang meninggal dunia. Kebutuhan akan listrik dinilai sangat mendesak, dan estimasi waktu pemulihannya diperkirakan akan selesai dalam satu minggu ke depan. Apriyadi juga menekankan pentingnya menyediakan sarana penyeberangan untuk memastikan agar masyarakat tidak terganggu dalam beraktivitas dan mengalami kerugian lebih lanjut akibat kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa robohnya beberapa ruas jembatan dan tiang bagian tengah telah menimbulkan masalah serius bagi masyarakat yang bergantung pada jembatan tersebut. Jembatan yang roboh merupakan penghubung vital antara Desa Suka Jadi P.6 dan Desa Galih Sari P.11 di Kecamatan Lalan, Muba. Kerugian yang dialami masyarakat sangat besar, mengingat mereka tidak dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan normal. Apriyadi menekankan bahwa mereka tengah mencari solusi jangka pendek dengan cepat untuk membantu masyarakat menangani permasalahan transportasi serta meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan angkutan batubara yang terlibat dalam insiden tersebut. Lebih lanjut, Kepala Dinas Perhubungan Muba, Musni Wijaya, memberikan informasi mengenai upaya yang telah dilakukan hingga saat ini. Mereka telah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan PLN/MEP untuk mempercepat pemulihan aliran listrik. Di samping itu, untuk menjaga keamanan, lalu lintas angkutan barang di bawah jembatan sementara ditutup. Pemasangan blokade juga dilakukan di atas jembatan agar tidak ada kendaraan yang mencoba memasuki area tersebut. Penting untuk dicatat bahwa pemasangan tanda juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kapal yang melintas di bawah jembatan dan kendaraan yang melewati jembatan pada saat itu. Untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang ingin menyeberangi sungai dalam aktivitas sehari-hari, telah disediakan getek pompong dan dermaga darurat. Selain itu, pihak Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan KSOP Kelas I Palembang agar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) bagi kapal yang ingin melintas di bawah jembatan P.6 Lalan. Arus lalu lintas angkutan barang yang menggunakan kendaraan roda empat juga telah dialihkan ke penyeberangan ponton milik PT BK (Banyu Kahuripan) Indonesia. Terkait dengan penanganan korban, mereka yang mengalami luka berat dan ringan telah dirujuk ke puskesmas terdekat, dengan sebagian di antaranya sudah diperbolehkan untuk pulang. Untuk urusan hukum, proses sudah diserahkan kepada Polairud Polda Sumsel, yang telah mengamankan nakhoda kapal dan menetapkannya sebagai tersangka. ANTARA