YOGYAKARTA –
**Borneonews, Sleman** Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah gencar menggalakkan mekanisasi pertanian. Langkah ini diambil seiring dengan penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian yang semakin nyata dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono, menjelaskan bahwa meskipun terdapat program petani milenial, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya pengurangan tenaga kerja di sektor tersebut. Dalam menghadapi tantangan ini, Pemkab Sleman telah meningkatkan bantuan pemerintah yang berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) sejak beberapa tahun terakhir. Mekanisasi pertanian diharapkan dapat meringankan beban pekerjaan yang dihadapi petani sekaligus menekan biaya produksi budi daya pertanian yang mereka tanggung. Menurut Suparmono, pemanfaatan alsintan menandakan bahwa era mekanisasi pertanian telah dimulai. Dari segi jenis-jenis alsintan yang diberikan, bantuan pemerintah mencakup alsintan pra-panen seperti traktor roda dua, singkal, rotari, dan cultivator. Sementara itu, untuk alsintan pasca-panen, tersedia power thresher dan combine harvester. Pada tahun 2023 dan 2024, pengadaan alsintan melalui dana APBD terdiri dari 40 unit traktor, 17 unit power thresher, 40 unit kendaraan roda tiga, dan 119 unit pompa air. Suparmono berharap bahwa bantuan alsintan ini dapat meringankan beban petani dan tentu saja meningkatkan produksi pertanian. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian yang didukung oleh modernisasi alat pertanian untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di sektor ini. Kustini menyebutkan bahwa satu unit alat pertanian untuk menanam padi memiliki kapasitas untuk menanam di lahan seluas satu hektare. Ia juga mencatat bahwa para petani di Sleman berusia lanjut dan generasi muda kurang berminat untuk terjun ke sektor pertanian. Oleh karena itu, modernisasi alat pertanian menjadi sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Menyikapi kondisi ini, Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dengan menjadikan Sleman sebagai lumbung pangan di DIY. Lebih jauh, Kustini menambahkan bahwa pihaknya tengah membentuk petani milenial sebagai upaya untuk mengubah pertanian konvensional menjadi pertanian yang lebih modern. Harapannya, melalui transformasi ini, produktivitas dan ketahanan pangan di wilayah tersebut dapat meningkat secara signifikan. ANTARA