**Borneonews, Pangkalpinang** - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis untuk pemberantasan korupsi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 orang tokoh keagamaan dan organisasi masyarakat sipil (LSM) setempat, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya integritas dalam masyarakat.
Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Johnson Ridwan Ginting, mengungkapkan harapannya bahwa melalui kegiatan ini, tokoh-tokoh agama dapat berperan aktif dalam menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat pada kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa tokoh agama memiliki pengaruh yang besar dalam masyarakat dan dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan korupsi.
Ginting menjelaskan bahwa bimbingan teknis ini merupakan hasil kolaborasi antara KPK dan Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran pemuka agama dalam pemberantasan korupsi. Ia menambahkan, Kita menyasar tokoh agama, karena mereka dihargai, didengar, dan selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam upaya penanggulangan korupsi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa jika KPK dan pemerintah ingin menyebarkan integritas di masyarakat untuk mencegah korupsi, maka keberadaan tokoh agama sangat strategis dalam perjuangan ini. "Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan pemahaman tokoh agama dan mereka bisa berperan sesuai fungsi dan kapasitasnya di masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepulauan Babel, Masmuni, menyatakan bahwa kegiatan bimtek ini diikuti oleh sekitar 200 pemuka agama dari berbagai agama, termasuk Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, serta organisasi MUI, pondok pesantren, dan penyuluh agama yang tersebar di kabupaten dan kota.
"Ini adalah langkah yang baik dan harus disebarkan secara luas, agar kita dapat membangun masyarakat yang lebih sehat dan tidak terjebak dalam praktik-praktik koruptif, baik dalam pikiran, perilaku, maupun tindakan lainnya," pungkas Masmuni.
ANTARA
KPK dan Kemenag Babel, Bekali 200 Tokoh Agama Berantas Korupsi
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







