**Borneonews**, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan penyemaian garam di langit Ibu Kota Nusantara (IKN) setiap hari. Langkah ini diambil untuk menghalau hujan, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran konstruksi serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan tersebut. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menyebutkan bahwa proses penyemaian zat NaCl (garam) masih berlangsung hingga hari ini sebagai bagian dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada hujan yang dapat menghambat kegiatan di IKN.
Dalam pelaksanaan penyemaian tersebut, BMKG bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan penggunaan pesawat yang diterbangkan dari bandara di Samarinda dan Balikpapan. Untuk penyebaran garam menggunakan pesawat dari Samarinda, terdapat kerjasama antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Smart Aviation. Sementara itu, untuk pengoperasian dari Balikpapan, kerjasama dilakukan antara BMKG dan TNI AU.
Pesawat yang beroperasi dari Samarinda memiliki kapasitas untuk melaksanakan OMC antara 4 hingga 6 kali setiap hari, tergantung pada kondisi cuaca dan kepadatan awan yang berpotensi menyebabkan hujan. Sementara itu, OMC yang dilakukan dari Balikpapan dapat berlangsung 2 hingga 3 kali per hari. Pesawat dari Samarinda tergolong kecil dengan kemampuan muat garam sekitar 1 ton per operasi, sedangkan pesawat yang beroperasi dari Balikpapan memiliki ukuran lebih besar dengan kapasitas angkut garam antara 1,5 hingga 2 ton per operasi. Garam tersebut disemai di langit IKN sebagai bagian dari modifikasi cuaca.
OMC telah berlangsung sejak bulan Juni dan akan terus dilaksanakan hingga saat ini, terutama menjelang peringatan upacara Kemerdekaan RI dan tingginya aktivitas di IKN. Risikonya adalah ketika cuaca terlihat mendung, BMKG akan segera melakukan OMC.
Pada hari ini, kegiatan penyemaian garam dilakukan oleh pesawat dari Samarinda sebanyak tiga kali di langit IKN. Semai garam pertama dilakukan pada waktu subuh, dilanjutkan pada pukul 08.00 WIB, dan kembali di siang hari. Bahkan, penyemaian dapat berlangsung hingga malam jika ada awan tebal yang muncul dari arah laut. Di sisi lain, pesawat yang beroperasi dari Balikpapan hingga siang ini belum berhasil melakukan OMC karena harus menyesuaikan dengan adanya latihan tempur serta keberadaan hujan di kawasan Balikpapan.
ANTARA
Penyemaian Garam oleh BMKG, Cegah Hujan di IKN untuk HUT RI
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemko Tidak Kewalahan Tangani Karhutla, Fokus Hadapi Kondisi di Lapangan
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Komentar (0)
Memuat komentar…







