JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang berupaya untuk mengambil alih partai yang memiliki simbol banteng moncong putih ini. Hasto mengungkapkan bahwa PDIP adalah partai yang memiliki militansi yang tinggi, yang akan bergerak secara kolektif jika ada yang mencoba mengintervensi kedaulatan partai. “Hasto menekankan, 'Itu adalah suatu bentuk militansi kami. Suatu bentuk totalitas kami di dalam mewujudkan *Satyam Eva Jayate*. Jadi, jangan remehkan PDI Perjuangan, karena kami adalah partai yang sah'," ungkapnya dengan tegas saat memberikan paparan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Lebih lanjut, Hasto menegaskan komitmen PDIP terhadap hukum, demokrasi, dan kebebasan pers. Ia juga mengingatkan semua pihak untuk menghormati kedaulatan rakyat. “Terlebih ini bulan Agustus. Bulan yang mencerminkan semangat untuk melawan hukum kolonial. Bulan yang mencerminkan pertaruhan jiwa dan raga agar rakyat Indonesia memiliki jiwa merdeka,” katanya. Hasto menambahkan, "Karena itulah jiwa-jiwa merdeka ini tidak bisa dibungkam dengan cara apa pun." Pernyataan ini menunjukkan tekad PDIP untuk mempertahankan kedaulatan dan perjuangan mereka. Pria yang berasal dari Yogyakarta ini juga menegaskan pentingnya menjaga muruah kedaulatan partai, terutama dalam menghormati posisi Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai asal usul pihak yang ingin mengambil alih partai, baik dari internal maupun eksternal, Hasto memilih untuk tidak menjelaskan dengan rinci. Namun, ia mengatakan bahwa wartawan dapat merasakan adanya upaya untuk konsolidasi kekuasaan. “Ya, teman-teman pers kan sudah bisa merasakan ada upaya untuk melakukan konsolidasi kekuasaan,” ujar Hasto, menutup pernyataannya dengan tegas. Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, juga menjelaskan alasannya membatalkan niat pensiun dari posisi tersebut. Menurut Megawati, ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil alih PDIP, dan kondisi tersebut sudah sangat mendesak. Setelah mengumumkan calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada Serentak 2024 di Kantor DPP PDIP, Megawati menyatakan bahwa pada usianya yang kini telah menginjak 77 tahun, seharusnya ia sudah pensiun. Namun, setelah mendengar adanya wacana pengambilalihan partai, Megawati merasa terdorong untuk tetap menjabat. “Eh begitu dengar ini akan diambil, 'nih kayanya PDI Perjuangan'. Saya mau jadi ketua umum lagi. Keren apa tidak?" ungkapnya dengan nada perlahan namun penuh makna. Hal ini mencerminkan dedikasinya untuk melindungi partai dari ancaman yang ada. ANTARA