JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menegaskan pentingnya mempersiapkan pasukan pengibar bendera (Paskibraka) dengan baik untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan di Nusantara, tanpa mengorbankan keyakinan agama anggotanya. Pernyataan tersebut disampaikan Dito di Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagai tanggapan terhadap kontroversi yang muncul terkait instruksi agar pengibar bendera perempuan yang mengenakan hijab untuk melepas penutup kepala mereka selama upacara induksi. Hijab adalah jilbab yang dikenakan oleh banyak wanita Muslim untuk menutupi rambut, leher, dan telinga mereka, sementara wajah biasanya tetap terlihat. "Kita semua harus selalu memperhatikan masalah ini dengan seksama. Kita tidak boleh mengejar keseragaman dengan mengganggu keyakinan individu," tegasnya. Selain itu, Dito juga mengkritik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang mengelola Paskibraka, di mana klarifikasi mereka mengenai larangan hijab dinilai tidak jelas dan memicu reaksi publik. Menteri tersebut menyampaikan penyesalan yang mendalam atas situasi ini, sambil menekankan pentingnya memastikan bahwa keseragaman tidak mengorbankan iman seseorang. Ia menyatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memulai penyelidikan terkait isu ini dan akan terus memberikan bimbingan kepada anggota Paskibraka, meskipun otoritas pengelolaan pasukan telah diserahkan kepada BPIP sejak 2022. "Karena Paskibraka terdiri dari generasi muda, kami percaya bahwa kami masih memiliki tanggung jawab dalam mengelola pengibar bendera," ujarnya. Saat ditanya mengenai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kontroversi ini, menteri tersebut mengonfirmasi bahwa kepala negara tidak memberikan instruksi spesifik, karena persoalan ini secara prinsipil berada dalam yurisdiksi BPIP. Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menegaskan bahwa semua anggota Paskibraka perempuan yang beragama Islam diizinkan untuk mengenakan hijab mereka selama upacara Hari Kemerdekaan yang akan dipimpin Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara pada 17 Agustus 2024. Ia juga mencatat bahwa pengibar bendera tidak melepas hijab mereka selama latihan upacara Hari Kemerdekaan di Nusantara pada Rabu pagi, 14 Agustus. ANTARA