BORNEONEWS, Palangka Raya -- Jalan Rajawali Kota Palangka Raya yang sebagian ruasnya mengalami kerusakan segera diperbaiki. Hal itu ditandai dengan sudah berdirinya papan proyek.

Pekerjaan dengan judul Pembangunan/Peningkatan Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah itu menghabiskan dana Rp12,664 miliar. Dikerjakan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Tengah dengan rekanan PT Ganisha Dwi Utama.

Adapun ruas yang akan diperbaiki dari simpang 4 Jalan Lele hingga ke Jalan Rajawali Km 6, atau sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Waktu pekerjaannya 202 hari, dimulai 2 Juni 2016 sampai 20 Desember 2016.

Pantauan BORNEONEWS, pekerjaan di lokasi belum dimulai. Bahkan mobilisasi alat berat dan material pendukung seperti granit dan batu split untuk base A, lapisan aspal hotmix, belum terlihat hingga Senin (20/6/2016).

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng Leonard S Ampung, aspal Jalan Rajawali akan dilebarkan dari enam meter menjadi 11 meter. Lebar jalan tersebut sudah maksimal akibat kurang tepatnya perencanaan Pemko Palangka Raya.

"Dari jembatan kuning itu (Simpang 4 lele) sampai ke dekat SPBU. Untuk lebar aspalnya 11 meter, kita akan buat mepet ke pinggir," papar Leonard S Ampung, beberapa waktu lalu.

Achmad Shaufi, seorang konsultan perencana mengatakan, standar harga pengaspalan ukuran 1 x 3 meter seharga Rp639.000. untuk pengaspalan saja, 1000 x 6 meter membutuhjan dana sekitar Rp 1,3 miliar, belum termasuk timbunan dan pekerjaan lain.

Sementara untuk pengerjaan dari awal dengan timbunan agregat kelas B, agregat kelas A, HRS Base, dan HRS WC kemudian aspal hotmix memerlukan biaya sekitar Rp5 miliar, bahkan lebih tergantung kondisi wilayah. (RONI SAHALA/m)