MAKASSAR –
**Borneonews**, Mamuju - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta mencegah stunting, yang merupakan salah satu masalah nutrisi yang serius di Indonesia. Kepala Dinkes Sulbar, Asran Masdy, menjelaskan bahwa program Masilambi diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, terutama bagi ibu dan anak, dalam rangka pencegahan stunting. Program ini merupakan sebuah inovasi yang diharapkan menjadi program strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulbar dalam menghadapi tantangan stunting. Melalui program Masilambi, masyarakat akan mendapat edukasi tentang pentingnya nutrisi yang baik, pola makan sehat, serta akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. Hal ini diharapkan dapat menekan angka stunting di kalangan anak-anak di wilayah tersebut. Dinkes Sulbar juga fokus pada penyelamatan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Fase ini dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan mencapai 270 hari hingga anak berusia dua tahun atau selama 730 hari. Ini adalah periode krusial di mana organ-organ vital seperti otak, hati, jantung, ginjal, dan tulang mulai terbentuk dan berkembang dengan cepat. Asran menekankan pentingnya nutrisi dalam mendukung perkembangan anak, terutama dalam membentuk organ-organ tubuh serta pertumbuhan mereka agar tidak mengalami stunting atau terlalu pendek untuk usia mereka. Pemprov Sulbar telah mencatat penurunan stunting dari 35 persen pada tahun 2022 menjadi 30,03 persen pada tahun 2023. Penurunan ini dicapai berkat upaya intervensi pelayanan kesehatan yang dilakukan pemerintah. "Kami mengupayakan penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 melalui program intervensi pelayanan kesehatan dan program Masilambi," tambah Asran. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung tumbuh kembang generasi mendatang. ANTARA