**Borneonews**, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa sektor gas industri dalam negeri telah berperan sebagai penopang utama untuk pengembangan industri pengolahan (manufaktur) selama tiga dekade terakhir. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Reni Yanita, menyatakan bahwa sektor gas industri telah menunjukkan peranan yang sangat penting dalam operasional industri lainnya sepanjang lebih dari 30 tahun ini.
Berdasarkan data terkini pada triwulan II 2024, industri manufaktur memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, yakni sebesar 16,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kontribusi ekspor manufaktur nasional juga menunjukkan angka yang mengesankan, yaitu sebesar 73,27 persen dari total transaksi penjualan yang mencapai 125,08 miliar dolar AS.
Reni juga mencatat bahwa pada triwulan II tahun 2024, tercatat surplus neraca perdagangan ekspor yang lebih tinggi dibandingkan dengan impor, dengan nilai mencapai 9,48 miliar dolar AS. Pada bulan Februari 2024, industri telah berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 18,82 juta orang, menunjukkan dampak positif sektor ini terhadap lapangan pekerjaan di tanah air.
Lebih lanjut, Reni menginformasikan bahwa kapasitas produksi gas industri nasional saat ini mencapai 2,5 juta ton per tahun, yang sudah mencukupi kebutuhan industri domestik sebesar 1,4 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut terdiri dari berbagai jenis gas: oksigen sebanyak 658 ribu ton per tahun, nitrogen sebesar 1,2 juta ton per tahun, karbon dioksida sebanyak 653 ribu ton per tahun, hidrogen sebesar 4 ribu ton per tahun, serta gas mulia dan gas-gas lainnya yang berjumlah 48 ribu ton per tahun.
Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pelaku sektor gas industri yang telah menjalankan peran mereka dengan baik. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menekankan bahwa produsen gas industri dalam negeri memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong perkembangan sektor pengolahan atau manufaktur. Hingga kini, sebanyak 189 produsen gas industri yang tergabung dalam Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) telah secara aktif berkontribusi sejak tahun 1972, mendukung kebutuhan energi untuk sektor manufaktur nasional agar tetap produktif dan berkontribusi terhadap devisa negara.
ANTARA
Peran Sektor Gas Industri, Penopang Manufaktur Selama 30 Tahun
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







