JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) telah menyiapkan sebuah bus tipe *double decker* yang dirancang khusus untuk membawa para atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Olimpiade Paris 2024 menuju Istana Kepresidenan. Bus tersebut dihiasi dengan wajah-wajah para atlet kebanggaan nasional, menandakan momen bersejarah bagi bangsa. Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bahwa pihaknya merasa sangat bangga bisa kembali berpartisipasi dalam perayaan semacam ini. Sebelumnya, TransJakarta juga telah mengarak tim nasional (timnas) pada tahun 2023, dan kini giliran kontingen Olimpiade Paris 2024 yang mendapat kehormatan serupa. Dijelaskan oleh Ayu, bus yang disediakan adalah jenis *double decker* yang didesain khusus dengan tema atlet. Kehadiran bus ini diharapkan dapat menambah semarak acara arak-arakan atlet yang berprestasi di ajang Olimpiade tersebut. Bus yang sudah dipersiapkan dilengkapi atap terbuka (*open roof*), memungkinkan para atlet untuk lebih dekat dan menyapa masyarakat. "Masyarakat dapat melihat lebih dekat para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia, karena mereka akan berada dalam bus yang atapnya terbuka," tuturnya. Dalam acara yang berlangsung pada hari ini, para kontingen diarak menuju Istana dan dijamu oleh Presiden Joko Widodo setelah sebelumnya berkeliling untuk menyapa masyarakat. Rute arak-arakan dimulai dari kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kemudian melintas di simpang susun Semanggi, menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebelum akhirnya menuju Istana Kepresidenan. Bus yang digunakan merupakan bus wisata yang dioperasikan oleh PT TransJakarta. Memiliki dimensi panjang 13,5 meter, tinggi 4,1 meter, dan lebar 2,5 meter, bus ini dilengkapi dengan pintu model lipat yang dapat dibuka dan ditutup secara elektrik melalui tombol yang terletak di dekat area pengemudi. Menariknya, bus serupa juga pernah digunakan oleh Persija Jakarta saat merayakan keberhasilan mereka setelah menjuarai kompetisi Liga 1 pada tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa bus tingkat ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga simbol kebanggaan bagi perilaku atlet dan tim yang membawa nama Indonesia di kancah internasional. ANTARA