**Borneonews**, Jakarta - Praktisi kesehatan Dr. Fridolin Seto Pandu mengungkapkan bahwa teknik pernapasan dengan mengerucutkan bibir, yang dikenal sebagai *pursed lips breathing*, memiliki berbagai manfaat, terutama dalam mengurangi sesak napas dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Manfaat ini sangat relevan mengingat kondisi kualitas udara yang semakin tidak sehat akhir-akhir ini.
Dalam penjelasannya, Seto menjabarkan bahwa teknik pernapasan ini dilakukan dengan cara menghirup udara melalui hidung selama dua detik, kemudian mengeluarkan napas dengan perlahan melalui bibir yang dibentuk kerucut selama empat detik. "Latihan ini memiliki banyak guna, seperti mengatur pola nafas, menguatkan otot-otot pernapasan, serta mengurangi sesak napas dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah," ujarnya.
Kondisi udara yang terus memburuk membuat masyarakat sulit menghindar dari paparan luar ruangan, sehingga potensi terkena penyakit gangguan pernapasan pun semakin meningkat. Seto menyarankan agar masyarakat menggunakan masker saat berada di luar, meskipun hanya untuk waktu yang singkat, seperti sebelum berangkat ke kantor atau sekolah, saat makan siang di luar, atau ketika berjalan di trotoar. "Penggunaan masker sangat penting, karena di jalan raya kita pasti terpapar debu dan asap kendaraan," tegasnya.
Merujuk pada data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, kualitas udara di DKI Jakarta pada pagi hari terbaru berada pada kategori tidak sehat dan masih menduduki peringkat kota paling berpolusi, dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia. Indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta tercatat pada angka 174, sementara angka partikel halus (*particulate matter* atau PM) 2,5 berada di konsentrasi polutan 88,2 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi tersebut setara dengan 17,6 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Seto juga mengingatkan masyarakat bahwa polusi udara tidak hanya terdapat di luar rumah, tetapi juga di dalam ruangan. Polusi dalam rumah dapat dipicu oleh pemakaian produk pembersih berbasis kimia, sisa pembakaran dari dapur, serta penggunaan perabotan yang mudah mengumpulkan debu, seperti karpet dan tirai. Oleh karena itu, ia menyarankan agar warga membersihkan rumah secara rutin dan menggunakan alat penyaring udara dengan filter HEPA untuk mengurangi partikel debu, alergen, dan polutan lainnya.
Selain itu, penting untuk memilih produk pembersih yang alami atau bebas dari VOC (*volatile organic compounds*), karena bahan-bahan tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan. Juga, pastikan agar rumah dilengkapi dengan cukup jendela dan ventilasi untuk memastikan sirkulasi udara yang optimal, terutama di area dapur dan kamar mandi.
Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Seto mengajak warga, terutama generasi muda, untuk lebih peka terhadap bahaya polusi udara, menjaga kesehatan paru-paru, dan memperbaiki gaya hidup demi memperkuat sistem pernapasan. Ia juga menekankan pentingnya mencegah risiko penyakit saluran pernapasan, termasuk kanker paru serta jenis kanker lainnya seperti kanker laring, faring, dan nasofaring.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan adalah dengan berolahraga. Seto merekomendasikan aktivitas seperti jalan kaki (jogging) atau berenang. "Lakukan secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari dan lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan keseluruhan tubuh serta memperbaiki fungsi paru-paru," ujarnya.
Untuk meningkatkan potensi melawan penyakit pernapasan, Seto menggarisbawahi pentingnya memperbaiki gaya hidup agar sistem imun tetap kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan tubuh cukup istirahat sekitar delapan jam setiap malam, menjaga tingkat stres, serta memastikan tubuh terhidrasi dengan baik melalui konsumsi air putih yang cukup. Selain itu, penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan memastikan tubuh mendapat asupan vitamin C, vitamin D, serta zinc.
ANTARA
Manfaat Teknik Pernapasan Mengerucutkan Bibir bagi Kesehatan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Komentar (0)
Memuat komentar…







