MEDAN –
**Borneonews**, Medan - Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Baharuddin, menekankan pentingnya bagi mahasiswa baru untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri tersebut. Dalam sambutannya, ia menyatakan, "Kami berharap adik-adik mahasiswa baru dapat mengembangkan potensinya secara maksimal di kampus ini. Mari menjadikan Unimed sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik." Pernyataan ini disampaikan saat membuka acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada hari Kamis. Acara PKKMB yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Agustus ini diikuti oleh 8.849 mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus dari tujuh fakultas di Unimed. Mereka berasal dari tiga jalur penerimaan, yaitu Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri. PKKMB bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Selain itu, acara ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan yang baru serta memberikan bekal yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan selama menempuh pendidikan di Unimed. "Selamat datang adik-adik mahasiswa baru. Tahun ini, ada 8.849 mahasiswa baru yang akan menempuh studinya di kampus ini. Kalian adalah yang terpilih dari 58 ribu pendaftar yang memilih Unimed untuk meraih masa depannya," ujar Prof Baharuddin. Ia juga menjelaskan bahwa selain pengenalan dunia kampus, PKKMB menjadi tradisi penting karena mengandung nilai-nilai positif dan berfungsi sebagai media untuk menjalin hubungan kekeluargaan antar mahasiswa baru. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru kepada para senior dan dosen-dosen yang akan membimbing mereka selama kuliah di kampus tersebut. Selama pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru akan menerima berbagai masukan terkait perkuliahan. "Unimed adalah kampus yang meraih predikat unggul di Sumatera Utara. Ini yang membuat masyarakat berlomba-lomba untuk masuk ke Unimed," tutup Prof Baharuddin. ANTARA