**Borneonews**, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan filosofi serta peran penting pos pelayanan terpadu atau yang lebih dikenal dengan istilah posyandu dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Dalam sebuah pernyataan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Tito menjelaskan bahwa posyandu bukan semata-mata berfungsi sebagai tempat layanan kesehatan, meskipun salah satu fokusnya adalah menimbang berat badan anak, pencegahan stunting, dan mendukung kesehatan anak.
Lebih dari itu, Tito menyoroti bahwa posyandu dapat diintegrasikan dengan berbagai bidang lainnya. Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih menyeluruh kepada masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Menurutnya, dalam benak masyarakat dan pejabat, posyandu seringkali diidentikan hanya dengan urusan kesehatan anak. Namun, Tito menegaskan bahwa filosofi posyandu adalah sebagai sebagai pos pelayanan terpadu yang mencakup pendidikan, kebersihan, dan bidang lain yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Ketua Pembina Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tito juga mengingatkan pengurus TP PKK untuk memanfaatkan dan memperkuat peran posyandu. Dia menyatakan bahwa peran tersebut tidak bisa hanya terbatas pada pelayanan kesehatan saja. "Ini yang harus dikembalikan, filosofi pembentukan Posyandu dan inilah bagian dari ketahanan desa, posyandu, dan PKK," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga berharap agar Penjabat Gubernur Riau serta Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Riau yang baru dilantik dapat bekerja secara optimal. Dia menekankan pentingnya memberikan warisan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemajuan masyarakat di daerah setempat. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah memperkuat peran PKK dan posyandu sebagai "mesin sosial" yang mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa PKK dan posyandu memiliki potensi besar sebagai mesin sosial yang berkontribusi pada kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan di tingkat keluarga. "Kami mungkin sudah sering menjelaskan bahwa PKK dan posyandu ini tinggal (digerakkan) mesin sosial yang sangat besar, yang satu-satunya mungkin di Indonesia yang masuk sampai ke tingkat rumah tangga. Tidak ada yang mampu sampai ke tingkat rumah tangga seperti halnya PKK," pungkasnya.
ANTARA
Peran Posyandu dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Anak
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







