= **Borneonews**, Medan
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) telah menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di wilayah tersebut. Simulasi ini merupakan upaya untuk mempersiapkan aparat kepolisian dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi menimbulkan ketidakamanan.
Kepala Polda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menjelaskan bahwa tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang mungkin muncul, mulai dari unjuk rasa hingga situasi yang berpotensi menjadi anarkis. Kegiatan ini diadakan untuk memastikan bahwa setiap anggota kepolisian yang bertugas dapat bertindak sigap dan tepat dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin timbul selama proses pemilihan.
Dalam simulasi tersebut, Polda Sumut melibatkan personel gabungan yang berperan dalam pengendalian massa (Dalmas) baik pada tahap awal maupun tahap lanjutan, serta negoisator dari Satuan Brimob. Skenario yang digunakan dalam simulasi mencakup berbagai tahapan penting dalam pemilu, mulai dari pendistribusian logistik, masa kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan pemenang.
Whisnu menambahkan, pihaknya telah memetakan setiap potensi kerawanan yang ada dalam pelaksanaan Pilkada. Titik-titik rawan tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan pengamanan yang direncanakan. Ia berharap melalui pelatihan rutin yang dilakukan, personel kepolisian akan semakin tanggap dan memahami tugas masing-masing dengan baik.
Kapolda Sumut juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan setiap anggota kepolisian. "Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota siap dan sigap menangani setiap situasi yang mungkin terjadi selama tahapan Pilkada 2024 ini," ungkap Whisnu.
Dalam pelaksanaan pengamanan Pilkada nanti, Polda Sumut berencana mengerahkan sebanyak 12.514 personel yang akan terlibat dalam Operasi Mantap Praja Toba 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.160 personel berasal langsung dari Polda Sumut, sedangkan sisanya akan diambil dari polres jajaran.
Lebih lanjut, dalam rangka pengamanan ini, Polda Sumut juga akan melibatkan instansi lain seperti TNI, perlindungan masyarakat (Linmas), serta unsur lainnya, dengan total jumlah personel yang dilibatkan mencapai 52.178 orang. Dengan demikian, diharapkan bahwa pengamanan selama pelaksanaan Pilkada dapat terlaksana dengan baik dan meminimalisir potensi gangguan keamanan yang ada.
ANTARA
Simulasi Pengamanan Polda Sumut Antisipasi Pilkada 2024
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







