SEMARANG –
**Borneonews, Semarang** - Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang telah memberikan klarifikasi kepada Kementerian Kesehatan terkait surat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengenai penghentian sementara Program Studi Anestesi di perguruan tinggi tersebut. Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip Semarang, Utami Setyowati, menjelaskan bahwa tim dari Fakultas Kedokteran Undip dan RS Kariadi Semarang telah menyampaikan klarifikasi berkaitan dengan surat Dirjen Yankes Nomor TK.02.02/D/44137/2024. Universitas Diponegoro menyatakan kesiapan mereka untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanganan lebih lanjut mengenai situasi ini. Surat dari Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan yang menyebutkan penghentian sementara Program Studi Anestesi di RS Kariadi Semarang mengindikasikan adanya penyelidikan terkait dugaan perundungan yang diduga memicu kematian salah seorang mahasiswi berinisial AR. Dalam surat tersebut, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa penghentian sementara program studi terkait dengan investigasi atas kematian AR, yang diduga bunuh diri. Namun, Undip membantah bahwa kematian mahasiswi tersebut dipicu oleh masalah perundungan. "Berdasarkan hasil investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar," ujar Utami. Ia juga menambahkan bahwa almarhumah merupakan mahasiswi yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa almarhumah mengalami masalah kesehatan yang mempengaruhi proses belajar yang sedang ditempuhnya. Utami menjelaskan bahwa almarhumah sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari studi karena kondisi kesehatan yang dihadapinya. Namun, ia mengurungkan niat tersebut karena secara administratif terikat pada ketentuan penerima beasiswa. Sebelumnya, AR ditemukan meninggal dunia yang diduga akibat bunuh diri di tempat indekosnya yang terletak di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada hari Senin, 12 Agustus. Kejadian tragis ini diduga berkaitan dengan aktivitas perundungan yang terjadi selama AR menjalani pendidikan. ANTARA