PEKANBARU –
**Borneonews**, Bengkalis - Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis telah menyalurkan bantuan berupa bibit dan sarana produksi (saprodi) tanaman kopi kepada para petani di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Bantuan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Riau. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Muhammad Azmir, menyampaikan pada Kamis bahwa bantuan bibit dan saprodi kopi tersebut disalurkan untuk lahan seluas 40 hektare. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para pekebun dengan berbagai cara, antara lain meningkatkan harga jual, memperbaiki akses, dan menerapkan pengelolaan kebun yang lebih baik. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan penanaman kopi sebagai tanaman sela. Azmir menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, maju, dan sejahtera (Bermasa). Ia juga berharap agar semakin banyak petani di kecamatan lain di Kabupaten Bengkalis yang tertarik untuk mengembangkan kebun kopi, mengingat sejarah masa lalu Pulau Bengkalis yang terkenal dengan perkebunan kopinya. "Jika sudah banyak perkebunan kopi, maka bantuan bibit kopi dan saprodi ini dapat diajukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ungkapnya. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Azmir juga menjelaskan mengenai berbagai program pembangunan perkebunan yang didanai oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Para petani memiliki peluang besar untuk memanfaatkan program-program tersebut, seperti beasiswa, pengurusan STD-B, peremajaan sawit rakyat, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan di Kabupaten Bengkalis. Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh Camat Bengkalis, Taufik Hidayat, Penjabat Kepala Desa Pedekik, Aswandi, dan jajaran Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis. ANTARA