BANGKA BELITUNG –
**Borneonews, Mentok, Kepulauan Bangka Belitung** - Polisi Resor Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau kepada warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di musim kemarau saat ini. Langkah ini diambil mengingat sudah beberapa kali terjadi kebakaran, termasuk insiden terbaru yang terjadi di lahan kosong di pinggir Jalan Raya Peltim, Desa Belolaut, Mentok, serta di kawasan hutan Bukit Kukus, Mentok. Kapolsek Mentok, Iptu Rusdi, menjelaskan bahwa kebakaran lahan kosong sering kali disebabkan oleh faktor manusia. Contohnya, terdiri dari praktek pembukaan lahan dengan cara membakar serta pembuangan puntung rokok secara sembarangan. Faktor alam seperti suhu yang sangat panas, kekeringan, dan hembusan angin kencang juga turut berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran. Terkait dengan kebakaran di sekitar Jalan Raya Peltim, Iptu Rusdi menyatakan bahwa faktor manusia sangat mungkin terlibat dalam insiden tersebut. Setelah menerima informasi mengenai kebakaran, pihak kepolisian segera mengerahkan sejumlah personel dari Polsek Mentok untuk bergabung dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat serta Unit Pemadam Kebakaran PT Timah Tbk yang beroperasi di Unit Metalurgi Mentok. Dalam waktu sekitar dua jam, petugas berhasil memadamkan api yang telah menghanguskan lahan seluas satu hektare milik PT Timah Tbk. Kebakaran juga terjadi di kawasan Objek Wisata Alam Bukit Kukus, di mana sekitar 1,5 hektare lahan terbakar. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama, menjelaskan bahwa tim pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman karena kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau. Kebakaran di Bukit Kukus mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB malam hari. Mailah, pengelola Bukit Kukus, menambahkan bahwa insiden kebakaran ini terjadi di tiga titik yang berbeda dan menyebar dengan cepat akibat cuaca panas serta angin yang berembus kencang. Ia juga menginformasikan bahwa saat awal kejadian, warga berupaya membantu memadamkan api sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran. Meskipun kobaran api sempat menghanguskan perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga di sekitar lokasi kejadian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa tersebut. Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. ANTARA