PALANGKARAYA –
**Borneonews**, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berhasil tertangani mencapai luas total 27,17 hektare. Menurut Sekretaris BPBD Kotawaringin Timur, Arief, total luas karhutla tersebut tersebar di enam kecamatan. Secara rinci, kebakaran melanda Kecamatan Cempaga seluas 15,8 hektare, Teluk Sampit 3,5 hektare, Mentawa Baru Ketapang 3,16 hektare, Baamang 2,46 hektare, Seranau 2 hektare, serta Mentaya Hilir Selatan seluas 0,25 hektare. Dari data yang tercatat, BPBD Kotim menginformasikan bahwa sepanjang periode Januari hingga pertengahan Agustus 2024, terdapat 29 kejadian karhutla. Namun, perlu dicatat bahwa karhutla mulai terjadi sejak bulan Juli, mengingat sebelumnya, wilayah Kotim masih berada dalam musim hujan yang cukup panjang. Dari total 29 kejadian yang tercatat, 26 kejadian di antaranya berhasil ditangani oleh petugas. Sementara itu, untuk tiga kejadian lainnya, kebakaran sudah lebih dulu dipadamkan oleh masyarakat setempat atau berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim pemadam kebakaran. Arief menjelaskan bahwa terjadinya karhutla terkait dengan peralihan musim dari hujan ke musim kemarau, yang ditandai oleh meningkatnya jumlah *hotspot* atau titik panas. Sebagai contoh, jumlah *hotspot* pada bulan Januari sebanyak 18 titik, Februari 1 titik, Maret 15 titik, April 7 titik, Mei 7 titik, Juni 8 titik, lalu melonjak menjadi 49 titik pada bulan Juli dan turun menjadi 13 titik di bulan Agustus. Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa kebakaran terbaru terjadi di Jalan Ir Soekarno atau Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Baamang, yang diduga kuat disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia mengungkapkan bahwa adanya dugaan penyebab kebakaran ini mencapai 99 persen disengaja, mengingat kondisi lahan pada saat kejadian sebenarnya dalam keadaan basah. Dengan kondisi lahan yang basah, kecil kemungkinan karhutla tersebut disebabkan oleh faktor alam. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa oknum masyarakat mungkin memanfaatkan situasi di malam hari, ketika Satgas dalam kondisi kurang waspada. Menyikapi situasi ini, BPBD Kotim berkomitmen untuk tetap bersiaga selama 24 jam setiap hari. Aktivitas ini bertujuan untuk mendapatkan laporan dari warga tentang adanya karhutla. Arief menegaskan, "Kami di BPBD tidak mengenal waktu, 24 jam kami selalu siaga, dan setiap ada laporan masyarakat terkait karhutla segera kami tangani. Kami berharap semua personel selalu dalam keadaan sehat dan siap siaga." ANTARA