JAKARTA –
**Borneonews**, Surabaya - Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menekankan betapa pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan dan pelatihan guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Dalam pernyataannya, ia berharap bahwa inovasi yang dilakukan dalam forum ini dapat menciptakan pembelajaran yang berdampak dan suasana belajar yang menyenangkan di masing-masing tempat tugas pendidik. Selama memberikan arahan pada penutupan Conference and Expose on Training yang diadakan oleh Balitbang Diklat, Wamenag menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi oleh tenaga pendidik saat ini. Beberapa tantangan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya, variasi latar belakang budaya dan sosial di kalangan peserta didik, serta perubahan dinamis dalam masyarakat dan perkembangan teknologi yang berlangsung dengan cepat. Wamenag mengungkapkan keyakinannya bahwa melalui forum ini, peserta akan mampu merumuskan strategi pembelajaran yang inovatif, yang relevan dengan kebutuhan zaman. Wamenag menyatakan, “Saya percaya bahwa melalui forum ini telah tercipta inovasi dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.” Ia juga menekankan pentingnya peran peserta konferensi setelah kembali ke tempat tugas masing-masing untuk bertanggung jawab dalam menciptakan pembelajaran yang berdampak dan menyenangkan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban profesi serta kewajiban moral bagi pendidik untuk melahirkan dan memperkuat pembelajar sepanjang hayat dengan karakter yang kuat. Selain itu, penting juga untuk mewujudkan proses belajar yang menyenangkan dan membahagiakan bagi semua. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Suyitno dalam laporannya menyoroti signifikansi acara ini bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. “Acara ini sangat penting karena sesuai dengan arahan Gus Menteri dan Wamenag, Balitbang Diklat harus menjadi pusat penguatan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama,” ungkapnya. Suyitno menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, berbagai karya dari para widyaiswara telah dipresentasikan. Karya-karya tersebut mencakup poster, gagasan praktik terbaik, hingga tulisan-tulisan kreatif dan kajian eksploratif serta empiris. “Kami berharap semua ini akan ditindaklanjuti dalam pelatihan-pelatihan baik yang berbasis smart class maupun massive open online course,” tuturnya. Dengan ditutupnya acara Conference and Expose on Training, Suyitno berharap hal ini dapat menjadi bukti nyata bagi seluruh peserta dalam mengimplementasikan ilmu dan inovasi yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di institusi masing-masing. “Kami berkomitmen untuk terus mengadakan acara ini sebagai bentuk pembuktian bagi rekan-rekan sekalian bahwa Anda memang orang yang tepat di posisi Anda saat ini,” pungkasnya. ANTARA