JAKARTA –
**Borneonews**, Jepang Pemerintah Jepang mengambil langkah preventif dengan menghentikan sementara layanan transportasi di ibu kota Tokyo dan sejumlah daerah lainnya ketika Topan Ampil semakin mendekati wilayah tersebut. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dan mengurangi risiko akibat kondisi cuaca ekstrem. Pada hari Jumat, 16 Agustus, maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan ratusan penerbangan yang berangkat dari dan menuju Bandara Haneda Tokyo serta Bandara Narita. Penghentian layanan penerbangan ini dikonfirmasi melalui laporan dari Kyodo News, yang merinci bahwa banyak penumpang terpaksa mencari alternatif transportasi lainnya. Topan Ampil diperkirakan akan menimbulkan hujan lebat yang dimulai pada hari Kamis pagi, dan mempengaruhi wilayah Kanto-Koshin pada Jumat pagi. Kondisi ini diharapkan dapat menyebabkan gangguan di berbagai sektor, terutama transportasi umum dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain itu, perusahaan layanan kereta api East Japan Railway juga telah mengambil keputusan untuk menangguhkan perjalanan di beberapa jalur penting, termasuk Tohoku, Joetsu, Hokuriku, dan Yamagata, yang mulai berlaku pada hari Jumat. Hal ini menambah daftar langkah yang diambil pemerintah dan perusahaan transportasi untuk mengantisipasi dampak dari topan. Di sisi lain, pemerintah Jepang diperkirakan akan mencabut peringatan gempa besar yang telah diberlakukan di sepanjang pantai Pasifik setelah sepekan sebelumnya wilayah barat daya Jepang dilanda gempa bumi bermagnitudo 7,1. Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap situasi terkini dan kemungkinan risiko yang mungkin timbul. Pihak berwenang terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat untuk meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah Jepang untuk menjaga keselamatan dan keamanan warganya di tengah situasi yang tidak menentu. ANTARA