**Borneonews**, Jembrana, Bali - Sebanyak sepuluh orang relawan dari berbagai perusahaan yang tergabung dalam program Bakti BUMN telah mengadakan pelatihan digital marketing di Kabupaten Jembrana, Bali. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2024 di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.
Ketua Tim Relawan Bakti BUMN, Alberto, menjelaskan bahwa di era digital saat ini, penerapan *digital marketing* dan *branding* menjadi sangat krusial. "Kami ke sini membawa hal tersebut," ujarnya pada saat pembukaan program. Dia mencatat bahwa desa tersebut memiliki berbagai potensi yang perlu perhatian serius, mulai dari produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, hingga pendidikan. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, Alberto percaya bahwa hasil yang maksimal dapat dicapai.
Alberto juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat setempat terhadap program bakti sosial ini. "Mari bersama-sama belajar untuk mengelola potensi desa," ajaknya. Dalam kesempatan yang sama, Achmad Chauduri, perwakilan dari Kementerian BUMN, menegaskan bahwa kehadiran relawan di daerah yang mereka tuju harus mampu memberikan kontribusi nyata. "Sehingga, program ini meninggalkan dampak yang jelas, yaitu kemajuan bagi daerah tempat program Bakti BUMN dilaksanakan," tambahnya.
Kepala Desa Manistutu, I Komang Budiana, mengungkapkan bahwa untuk mendukung kemajuan desanya, BUMN melalui PT PLN (Persero) telah memberikan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai ratusan juta rupiah. Bantuan tersebut menyasar sejumlah sektor, antara lain pendidikan, pariwisata, UMKM, dan peningkatan sumber daya manusia di desanya. Dia menekankan bahwa dengan menjadi desa binaan PLN melalui program Desa Berdaya PLN, banyak pembenahan yang telah dilakukan.
Salah satu prestasi yang membanggakan adalah Desa Manistutu berhasil masuk dalam 75 desa terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia, dari total 7.683 desa yang bersaing di seluruh Indonesia. Pencapaian tersebut, kata Komang Budiana, tidak lepas dari peran aktif PLN yang mendukung masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi mereka. "Dengan program Bakti BUMN ini, kami berharap dapat mengembangkan potensi desa, karena masih banyak yang belum terkelola dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, pengembangan potensi desa diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan, pariwisata, dan UMKM. Dengan inisiatif Bakti BUMN, dia berharap pariwisata di Desa Manistutu dapat dikenal lebih luas.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyoroti perhatian dan bantuan besar yang diberikan oleh Kementerian BUMN untuk daerahnya. Salah satu contohnya adalah pembangunan RMU atau pabrik beras di Desa Penyaringan, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga gabah petani.
Selama tiga hari, dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2024, sepuluh relawan Bakti BUMN terlibat dalam berbagai kegiatan. Mereka tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi juga melakukan sosialisasi dan pelatihan digital marketing. Kegiatan lainnya termasuk menyaksikan dan membuat konten budaya lokal Makepung Lampit serta aktivitas yang berkaitan dengan UMKM, seperti produksi gula merah. Program ini diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
ANTARA
Program Bakti BUMN Ajak Relawan Ajari Digital Marketing di Jembrana
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







