BENGKULU –
**Borneonews**, Mukomuko - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi mengenai bahaya perjudian online kepada siswa dan siswi di empat sekolah menengah pertama serta pesantren yang ada di wilayah ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai risiko dan dampak negatif dari judi online. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mukomuko, Radiman, menjelaskan bahwa sosialisasi ini ditujukan kepada peserta yang berusia muda agar mereka dapat memahami bahaya judi online sejak dini. Ia menekankan pentingnya pengetahuan ini setelah memberikan penjelasan kepada para santri di Pondok Pesantren Al-Falah Nailul Anwar. Dalam sosialisasi tersebut, Radiman menuturkan bahwa siswa sekolah menengah pertama dan santri perlu menyadari bahwa mereka seharusnya tidak terlibat dalam perjudian online. Kejari Mukomuko memberikan contoh nyata dampak negatif yang ditimbulkan oleh judi online di berbagai daerah lain. Beberapa contoh yang disampaikan termasuk kasus istri yang membakar suami, individu yang melakukan bunuh diri, orang-orang yang menjual rumah mereka, serta kasus perceraian yang terjadi akibat judi. Radiman menekankan pentingnya informasi ini karena saat ini anak-anak sudah sangat familiar dengan penggunaan handphone dan dapat mengakses berbagai aplikasi, termasuk permainan judi dan konten pornografi yang tersedia di platform Android. "Banyak aplikasi yang berhubungan dengan perjudian online, bahkan permainan biasa sekalipun bisa berujung pada kebiasaan berjudi. Oleh karena itu, kami mulai memberikan pemahaman dari tahap paling dasar," ujar Radiman. Ia juga menjelaskan bahwa judi online seringkali berawal dari kebiasaan anak-anak bermain game online yang kemudian berkembang menjadi taruhan, berakibat pada menurunnya uang jajan mereka. Mengenai rencana kedepan, Radiman mengungkapkan bahwa target sosialisasi ini mencakup empat sekolah, dan jika ada instruksi dari pimpinan, mereka akan melanjutkan kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lainnya. Kejari Mukomuko berkomitmen untuk terus melanjutkan sosialisasi ini, dengan harapan partisipasi dan dukungan dari pihak pendidikan serta orang tua sangat penting. Mereka diharapkan dapat bekerja sama untuk mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam perjudian online. Radiman berharap dengan langkah ini, kesadaran akan bahaya judi online dapat menurun signifikan di kalangan generasi muda. ANTARA