SURABAYA –
**Borneonews**, Kediri - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyatakan bahwa daerah-daerah di Indonesia berpotensi untuk merancang program khusus yang serupa dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan oleh Bupati saat ia menghadiri acara di Kediri, Jawa Timur, di mana ia mendengar arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo terkait IKN. Bupati Hanindhito menyampaikan, “Ada arahan dari Bapak Presiden bahwa IKN ini dibangun dengan gotong royong oleh semua kementerian, dan setiap daerah diminta untuk dapat mencontoh, meskipun tidak dalam bentuk yang sama dengan IKN. Intinya, setiap daerah harus memiliki program khusus.” Pembangunan IKN, yang merupakan ibu kota baru Indonesia, telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Bupati Kediri. Selama kunjungannya ke IKN, Bupati merasa terpesona dengan konsep pembangunan yang diusung, yang mengedepankan konsep *forest city* atau kota hutan. Konsep ini diyakini dapat menciptakan lingkungan yang segar dan berkelanjutan. Ia menyatakan kebanggaannya sebagai warga negara Indonesia, terlebih karena IKN adalah istana negara pertama yang dibangun oleh bangsa sendiri. Momen yang tak terduga terjadi ketika ia berinteraksi dengan seorang pekerja dari Kabupaten Kediri yang sedang terlibat dalam proyek IKN. Pertemuan ini menjadi momen berkesan bagi Bupati, yang kemudian diunggah di media sosialnya. “Pengalaman yang tak terduga waktu di IKN tiba-tiba ada yang memanggil nama saya. Awalnya saya kira itu teman-teman kepala daerah. Ternyata ada salah satu pekerja yang bilang kalau asli dari Kediri,” ungkapnya. Pekerja tersebut, yang diketahui bernama @misbahuddin7, menyampaikan harapannya untuk dapat bertemu kembali di lain waktu melalui respons di media sosial. Bupati Kediri juga menyebutkan bahwa arahan dari Presiden sangat penting untuk diterapkan di berbagai daerah lain. Dalam pengarahan yang diberikan di Istana Negara dan IKN, Presiden Jokowi menekankan pentingnya perencanaan serta konsep pembangunan yang berorientasi ke depan. Beliau menggarisbawahi bahwa IKN bukan hanya sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga menjadi simbol bagi kemampuan bangsa dalam merancang dan membangun kota yang sesuai dengan visi dan kebutuhan abad mendatang. Presiden juga mengajak para kepala daerah untuk meniru konsep yang diterapkan di IKN, dengan memperhatikan perencanaan jangka panjang yang matang dan terperinci. Ditekankan pula bahwa meskipun pembangunan tidak akan selesai dalam satu periode kepemimpinan, investasi pada rencana jangka panjang tetap menjadi prioritas. Dalam desainnya, IKN direncanakan sebagai *smart city*, di mana seluruh aktivitas didukung oleh teknologi modern. Selain itu, IKN juga akan menjadi *liveable city*, yaitu kota yang nyaman untuk ditinggali, memiliki lingkungan yang sehat, serta kualitas udara yang baik. Presiden menyoroti kebijakan tentang penggunaan energi hijau dan sistem transportasi massal yang ramah lingkungan. Sebagai informasi, IKN akan menggunakan energi hijau, di mana kendaraan yang beroperasi di sana juga akan berbasis listrik. Saat ini, tercatat sebanyak 55 investor telah berpartisipasi dalam berbagai proyek yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, perbankan, dan teknologi. Dalam kesempatan ini, Kepala Negara berharap para kepala daerah dapat menerapkan model investasi yang sama di wilayah masing-masing dengan membangun kepercayaan dan mempermudah akses bagi para investor. ANTARA