**Borneonews**, Jakarta - Pengerukan segmen ketiga Kali Kamal di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, yang dimulai dari Jembatan Menceng Raya hingga Jalan Satu Meret kini telah memasuki tahap sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada warga mengenai keberadaan alat berat serta truk pengangkut lumpur yang beroperasi di area sekitar selama proses pengerukan berlangsung.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menyampaikan bahwa pihaknya sedang dalam proses sosialisasi sebelum menurunkan satu alat pengeruk tambahan. Ia mengungkapkan, "Mau turun satu alat lagi tapi masih proses sosialisasi ke warganya. Jadi sekarang sudah mau turun pengerukan yang segmen tiga."
Pengerukan Kali Kamal dibagi menjadi tiga segmen pengerjaan. Segmen pertama dimulai dari Jembatan Kapuk Kamal hingga Jembatan Risma, sementara segmen kedua mencakup area dari Jembatan Risma hingga Jembatan Menceng Raya. Hingga 26 Juli 2024, pengerukan pada segmen pertama sudah mencapai 90 persen dan hampir selesai. Purwanti menjelaskan, "Segmen pertama sudah hampir selesai, tinggal dikit lagi persentasenya belum bisa dirinci. Terus, segmen kedua juga masih terus berproses, sudah majulah dari kemarin."
Proses pengerukan Kali Kamal dimulai sejak tanggal 2 Mei 2024 dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini. Purwanti menjelaskan penyebab sering terjadinya genangan di sekitar Kali Kamal adalah akibat dari debit aliran yang berasal dari Cisadane melalui Pintu Air 10 di Tangerang, yang melewati Rawa Bokor menuju Saluran Irigasi, serta adanya genangan rob yang terjadi di daerah Muara.
"Jakarta Barat itu kan cekungan dan punya elevasi lebih rendah dari daerah Utara. Hal ini mengakibatkan durasi waktu genangan di Tegal Alur menjadi lebih lama surut," tuturnya.
Selain itu, Purwanti menambahkan bahwa terdapat beberapa penghalang aliran, seperti jembatan yang melintang di sungai, yang menyebabkan banyak sedimentasi dan tidak teraturnya elevasi dasar saluran. Beberapa daerah yang berpotensi mengalami genangan antara lain RW 1 (Rawa Melati), RW 03 di belakang Rusun Tegal Alur Jalan Lingkungan III, RW 3, 15, 13 di Jalan Prepedan, serta RW 9 (Gang Sadun).
Sebagai langkah penanganan, pembangunan Pompa Kamal dengan kapasitas 30 meter kubik per detik tengah dilakukan. Menurut Purwanti, dengan adanya pompa tersebut, lokasi Gang Sadun hingga Jembatan RW 09 tidak akan lagi terendam genangan air. Ia menegaskan, "Saat ini masih pengerukan kali, tujuannya untuk menurunkan elevasi dasar saluran dan menciptakan elevasi kali yang beraturan."
Kali Kamal, yang awalnya merupakan saluran irigasi, memiliki panjang saluran induk sekitar 4,5 kilometer dengan luas catchment area (daerah tangkapan air) kira-kira 1.618 hektar. Kali ini bermuara di Jakarta Utara dan sebagian alirannya juga mengalir melalui wilayah Jakarta Barat dan Provinsi Banten. Meskipun demikian, perubahan fungsi Kali Kamal dari aliran irigasi ke aliran drainase masih belum optimal.
Secara umum, terdapat empat aliran yang mengarah ke Kali Kamal. Aliran tersebut meliputi Saluran Penghubung Tegal Alur yang berhulu di saluran pinggir Tol Lingkar Luar Barat, Saluran Penghubung Palem Lestari yang berhulu di Perumahan Taman Palem Lestari, Saluran Penghubung Kamal Benda yang berasal dari Tangerang, serta saluran irigasi yang berhulu dari Rawa Bokor Tangerang hingga Pintu Air 10 Kali Cisadane.
ANTARA
Pengerukan Kali Kamal Jakarta Barat, Tahap Sosialisasi Dimulai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







