PADANG –
**Borneonews**, Pasaman Barat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menyerahkan bantuan kepada 72 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan kategori sedang akibat gempa bumi di Nagari Timbo Abu, Kecamatan Talamau. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut. Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Hendra Putra, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk reimbursement atau penggantian untuk 72 kepala keluarga korban gempa. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp20.000.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.440.000.000. Jumlah yang signifikan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. Hendra Putra menekankan pentingnya bagi organisasi perangkat daerah terkait untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada para penerima. Hal ini perlu dilakukan dengan menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan isu negatif mengenai kinerja Pemkab Pasaman Barat terkait bantuan gempa. Jika terdapat isu yang merugikan, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya kepada Pemkab Pasaman Barat. Bantuan tersebut diperoleh setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan bersumber dari dana pusat. "Saya berharap penyaluran bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak. Namun, hal ini harus melalui prosedur dan persyaratan yang berlaku," ujar Hendra Putra. Harapannya, penerima bantuan dapat menggunakan dana tersebut dengan bijaksana, khususnya untuk memperbaiki rumah yang rusak. Lebih lanjut, Hendra Putra menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dari pihak manapun terkait bantuan ini. Jika terdapat indikasi pemotongan, masyarakat dipersilakan untuk melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti. Pejabat Wali Nagari Timbo Abu, Yultra Effendi, juga menambahkan bahwa bantuan gempa yang diserahkan hari ini mencakup 72 kepala keluarga, dengan masing-masing menerima Rp20.000.000. Untuk penerima lainnya, proses pemenuhan persyaratan masih berlangsung. Salah satu perwakilan masyarakat, Iwan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Pasaman Barat atas realisasi bantuan gempa. Dia berharap agar semua masyarakat yang terdampak dan terdaftar dapat segera menerima bantuan yang mereka butuhkan. Namun, hingga saat ini, ratusan korban gempa masih belum mendapatkan bantuan karena masih dalam proses melengkapi administrasi. Gempa bumi yang mengguncang Pasaman Barat pada 2022 telah mengakibatkan lebih dari seribu rumah warga mengalami kerusakan dalam kategori berat, sedang, dan ringan. Proses pencairan bantuan untuk para korban hingga saat ini masih berlangsung, dengan harapan semua penerima dapat segera mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk pemulihan pasca-bencana. ANTARA